Followers

Monday, July 27, 2020

TIPS MENJADI GURU BERPRESTASI


Resume materi ke-25

Pada malam ini peserta mendapatkan motivasi berprestasi dari bapak  Sigit Suryono.  Bapak  guru berprestasi dari Yogyakarta ini  yang sangat menginspirasi guru guru Indonesia. Dalam kegiatan ini yang menjadi mModerator adalah Ibu Kanjeng.
CV nara sumber ini sungguh luar biasa, kita bisa  lihat buktinya  berikut ini
Sigit Suryono, S.Pd, M.Pd
SMP N 1 Wonosari, Gunungkidul, DIY, Indonesia
Lahir di Sleman, 20 Nopember 1976 dari pasangan Bapak Giyono SW dan Ibu Waginem. Masa kecil tinggal di Ngawen, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta.
Pendidikan dimulai di TK Ngawen Trihanggo tahun 1981-1983. Pendidikan dasar dilanjutkan di SD Negeri Jambon II, Trihanggo, Sleman pada tahun 1983-1989. Kemudian melanjutkan di bangku SMP Negeri 5 Yogyakarta pada tahun 1989-1992. Pendidikan Menengah penyelesaian di SMU Negeri 1 Sleman jurusan IPA pada tahun 1992-1995. Pendidikan S1 di Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 1995 – 2002 di Fakultas FMIPA jurusan Pendidikan Fisika. Melanjutkan S2 di Program Pascasarjana UNY jurusan Teknologi Pembelajaran dari tahun 2003-2006.
Pada tahun 2006 menikah dengan Dwi Riastuti, M.Pd dan kini telah dikaruniai dua orang anak yaitu:
Muhammad Yunus Baskara
Galuh Ray Rannaa
Aktifitas keseharian sebagai pengajar di SMP Negeri 1 Wonosari Kabupaten Gunungkidul, mengampu mata pelajaran IPA.
Aktifitas lainnya yang telah dilakukan dan sedang dilakukan adalah:
1. Sekretaris Komunitas Rumah Belajar Kemdiknas 2012 – sekarang
2. Sekretaris MGMP TIK Kabupaten Gunungkidul Tahun 2006-2009
3. Ketua II MGMP TIK Kabupaten Gunungkidul 2009 – 2012
4. Anggota Litbang MGMP IPA Kabupaten Gunungkidul 2012-2015
5. Ketua II MGMP IPA Kabupaten Gunungkidul 2015-2017
6. Ketua MGMP SMP Kabupaten Gunungkidul 2017 – sekarang
6. TIM Pengembang TIK Kabupaten Gunungkidul 2009- sekarang
7. TIM Pengembang TIK Propinsi DIY 2009 – sekarang
8. Instuktur, Pelatihan Pembelajaran Multimedia di BTKP Provinsi DIY
9. Instruktur TIK di MGMP IPA  Kabupaten Gunungkidul
Prestasi lomba yang telah diraih:
1. Kompetisi Guru. Finalis Nasional Tingkat Nasional tahun 2009
2. Finalis Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional SMP 2009.
3. Juara 3 situs web SMP Tingkat Provinsi DIY 2010
4. Juara 1 Situs web SMP tingkat Provinsi DIY 2011
5. Finalis Lomba Media Pembelajaran KI Hajar Penghargaan tingkat Nasional Tahun 2012
6. Juara 1 Guru Gambar SMP Tingkat Provinsi DIY Tahun 2013
7. Finalis Guru Gambar SMP Tingkat Nasional Tahun 2013
8. Juara 2 Guru Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2013
9. Finalis Lomba Mobile Edukasi tingkat nasional tahun 2014
10. Finalis Lomba Mobile Edukasi tingkat Nasional tahun 2015
11. Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2015
12. Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat Provinsi DIY Tahun 2015
13. Juara 1 Guru SMP Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2015
14. Penerima Gubernur Anugrah DIY tahun 2015 atas prastasi sebagai Juara 1 Gupres TK Nasional.
15. Penerima SatyaLencara Bidang Pendidikan dari Presiden RI tahun 2016 atas prestasi sebagai juara 1 guru berprestasi Tingkat Nasional tahun 2015.
16. Menerima Penghargaan Kursus Singkat dari Australia Award Indonesia tahun 2016 di Melbourn dan Sydney.
17. Sebagai Salah Satu Peserta Literasi Tingkat Nasional 2017.
18. Duta Rumah Belajar Tk Nasional Th 2018 dan Duta Rumah Belajar Terinovatif Th 2018.
19. Penerima Anugrah Gubenur DIY tahun 2018 atas prestasi sebagai Duta Rumah Belajar Terinovatif Thn 2018.
20. Penerima Anugrah Alumni Berprestasi Sarjana Adi Manggala Bidang Pendidikan dari UNY pada dies natalis UNY yang ke-56.
21. Duta Sains P4TKIPA tahun 2020
Alamat:  Jeruksari Rt 01 / RW 20, Wonosari, Wonosari, Gunungkidul, DIY, Indonesia 55812
Email:ciget_suryo@yahoo.com
sigit.suryono@gmail.com
Situs web: ciget.info dan inobel.id
Berawal dari kesenjangan atara keinginan dan fakta yang terjadi maka itulah awal dari motivasi sang motivator ini.Menang cacak kalah cacak" ini adalah mutiara kata dari ibunya  yang  dipegang saat ini. Saat kita ada kesempatan untuk mengikuti suatu lomba, atau suatu kegiatan maka lakukanlah dengan maksimal seolah-olah tidak ada lomba lagi setelah itu masalah menang atau kalah, sukses atau gagal itu hal yang biasa dalam perlombaan. Maka dari itu setiap mengikuti berbagai event baik itu tingkat kabupaten, propinsi, maupun nasional pasti akan dilakukannya  dengan sepenuh hati dan fokus.
Jadi kunci keberhasilan kita adalah kita fokus pada kegiatan yang kita lakukan dengan sepenuh hati. Arti dari fokus ini adalah kita harus bisa memilah dan memilih jenis kegiatan atau prestasi apa yang ingin kita raih. Jangan karena kesempatan semua ingin kita ikuti yang terjadi adalah kita tidak fokus pada lomba atau kegiatan yang kita ikuti tetapi pikiran dan kesempatan kita akan terbagai dengan berbagai event.
Bagi Bapak ibu yang ingin berpestasi  lakukanlan hal ini:
1) Belajarlah terus sepanjang hanyat dan selalu mengevaluasi apa yang kita lakukan.
2) Tidak usah khawatir kalah dalam perjuangan, karena kalah adalah prestasi yang tertunda.
 3. Fokus pada kegiatan yang kita lakukan dengan berbuat maksimal insya Allah prestasi bapak ibu tinggal menunggu di depan mata.
Kemudian bapak ibu: untuk mencapai prestasi yang maksimal maka pelajarilah seluruh gaya selingkung masing-masing jenis lomba dengan detail dan persiapkan seksama jangan terburu-buru, siapkan dan luangkan waktu untuk kegaitan tersebut. Buat tampilan dan karya yang semenarik mungkin pasti akan berhasil. Terus jangan lupa siapkan  portofolio kita dengan seksama sehingga akan memudahkan kita dalam mengikuti berbagai jenis event lomba. Sukses selalu buat bapak ibu hebat di group ini semoga kelak menjadi orang-orang yang hebat dan bisa menginspirasi teman-teman yang lain

Tips untuk ikut  lomba guru berprestasi
Cari Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi pada tahun penyelenggaraan dilaksanakan jika belum keluar pedomannya dapat menggunakan pedoman pada tahun sebelumnya.
1.Cermati isi dari pedoman tersebut berkaitan dengan proses penilaian dari tingkat Kabupaten, Tingkat propinsi, dan tingkat Nasional.
2.Buat portofolio 8 tahun terakhir sesuai dengan ketentuan dari buku pedoman pemilihan guru berprestasi. Kumpulkan semua karya bapak ibu guru yang sudah dibuat selama 8 tahun terakhir, untuk bukti fisik berupa Surat tugas, piagam, dll, diligalisir oleh atasan langsung

untuk tahun 2015 syarat portofolio kita adalah 8 tahun. itu hal yang menantang bagi peserta gupres maka penting untuk mengarsipkan semua kegiatan yang pernah kita lakukan dari tahun ke tahun ( alhamdulillah karena pengalaman tahun 2006 tersebut saya masih memiliki semua arsip yang dibutuhkan untuk mengikuti gupres, seperti undangan, catatan singkat/ laporan singkat setiap kegiatan yang saya ikuti, foto, video dan dokumentasi, piagam dan sertifikat yang lain selama 8 tahun tersebut hampir semuanya lengkap sehingga memudahkan untuk menyusun portofolio tersebut)
3. Persiapkan naskah inovatif dan sesuaikan cara penulisannya sesuai dengan kaidah penulisan masing-masing karya. Tampilkan karya inovasi terbaik yang bapak/ ibu guru miliki dan selalu memperhatikan dari buku pedoman pemilihan guru berprestasi tingkat nasional.[ karya bisa berupa PTK, best practice, maupun penelitian yang lainnya seperti penelitian eksperimen, penelitian R&D, dll] jangan lupa buat presentasinya menggunakan Ms Powerpoint atau yang lainnya.
4. Buat makalah evaluasi diri mengapa saya layak sebagai guru berprestasi dengan tema dan tata penulisan sesuai dengan ketentuan pedoman guru berprestasi.  jika dalam pedoman tidak ada makalah evaluasi diri maka makalah ini tidak perlu dibuat.


Pertanyaan peserta yang berhasil dirangkum adalah sebagai berikut:
1.Pengalaman apa yang paling menarik dari apa yang pernah bapak alami, yang ingin dibagikan kepada kami, baik suka dan dukanya?
Jawab:
Pengalaman yang paling menarik yang pingin saya bagikan kepada bapak ibu hebat di group ini adalah semua bahwa kita saat ini hidup di alam yang serba terbuka, ilmu yang mudah didapat dan tentu berbagai kegiatan sharing ilmu bisa mudah kita peroleh. Maka mari tuntut ilmu setinggi-tingginya dan amalkan ilmu kita dimanapun, kapanpun, dan dengan siapa saja. Insya Allah keberhasilan ada di depan kita. Dan pengalaman utama yang saya alami adalah "Keberhasilan diperoleh dari beberapa kegagalan sebelumnya", prestasi dapat kita capai bisa dengan cepat namun bisa juga dengan lambat, jadikan kegagalan sebagai ilmu, jadikan kesukaran sebagai penyemangat.
2. 1Bagaimana kiat-kiat untuk menjadi guru berprestasi.
   2. Kompetensi apa saja yang paling menentukan untuk menjadi guru berprestasi (Damdam Efendi dari SMPN 41 Bandung)
Jawab:
Untuk menjadi guru berpestasi maka kiat-kiat yang dibutuhkan adalah pelajari komponen-komponen poftofolio sejak dini, dan persiapkan minimal 2-5 tahun sebelum mengikuti ajang lomba tersebut. Selama persiapan tersebut perbanyak kegiatan ilmiah dan juga produk-produk ilmiah sesuai komponen-komponen di portofolio tersebut. Usahakan seluruh komponen tersebut berisi semua. Kemudian untuk mencapai nilai yang tinggi tiap komponen maka ikuti berbagai kegiatan tingkat nasional seperti webiner saat ini yang banyak di selenggarakan oleh berbagai organisasi. Kemudian juga mengikuti berbagai lomba untuk mendukung gupres seperti inobel, LKG, maupuan lomba lain. Kemudian jangan lupa juga membimbing siswa bapak ibu agar bisa beprestasi itu sebagai salah satu komponen di portofolio dan tak kalah pentingnya seringlah berbagai kepada rekan sejawat dan di buat dokumentasi dan portofolionya. Untuk kompetensi yang paling menentukan di gupres ada 4 kompetensi yang harus dikuasai karena akan ada test tertulis maupun lisan. kemudian jika sudah lolos di kabupaten dan seterusnya pertajam dan persiapkan bahan presentasi dengan sebaik-baiknya karena itu termasuk penilaian yang terbesar.
3.boleh diceritakan sedikit bagaimana cara Bapak menjaga semangat untuk selalu siap berkompetitif meski sudah kalah lomba atau tidak mendapat kesempatan mengikuti event kala SD ya,  bisa diceritakan singkat kursus ke Sydney itu kursus seperti apa terima kasih atas penjelasannya sri dari gelombang 12
Jawab:
ntuk menjaga semangat kompetitif saat kalah itu sebenarnya bekal dari ibu saya yang terus saya pertahankan sampai sekarang yaitu "kalah cakak menang cacak" (kalah maupun menang hal yang biasa. itu yang saya pegang yang penting ada kesempatan dan sudah saya persiapkan saya akan ikut even tersebut. Mesikipun di awal sering kalah. Dan untuk kegiatan study singkat di Melbourne dan Sydney merupakan pengargaan dari kemdikbud di sana belajar tentang berbagai metode pembelajaran abad 21 yang bisa dikembangkan di Indonesia seperti STEM, Flip Classroom, Blended Learning, serta melakukan observasi di sekolah daerah terpencil di Austaria saya dapat di Murabit 350 km dari melbourne

4. Bagaimana caranya memotivasi siswa agar memiliki jiwa mau bertanding atau mau ikut lomba ? Apa kiat kiat memotivasi diri agar tetap eksis hingga purna tugas ? Aning S dari SMP N 1 Pucakwangi Kab.Pati
Jawab:
Untuk memotivasi siswa agar memiliki jiwa bertanding atau mau ikut lomba adalah dengan pendekatan dan pelatihan yang terprogram. Beberapa kali saya bisa mengahantarkan siswa kami ikut OSN ke Nasional dari tahun 2006 s/d tahun 2017 pendekatan yang kami lakukan berbeda-beda tergantung dengan situasi kondisi, ada yang lewat ekonomi dengan mengiming-imingi bisa kalau sampai nasional dapat hadiah dan dapat naik pesawat terbang. ada yang dimotivasi dan dicarikan beasiswa saat masuk sma, namun yang terpenting adalah mempersiapkan tim sejak awal semester. Kemudian kiat untuk memotivasi diri agar tetap eksis hingga purna tugas ... kita harus belajar terus dan ada kalanya kita mengajar ada kalanya kita belajar dan tidak usah malu dengan istilah "Kebo Nusu Gudel" kita bisa belajar dari siswa kita, kita bisa belajar dari yunior-yunior kita karena ilmu-ilmu mereka lebih baru dan terupdate, sementara kita bisa berbagi pengalaman buat mereka.

5.Bagaimana caranya memotivasi siswa agar memiliki jiwa mau bertanding atau mau ikut lomba ? Apa kiat kiat memotivasi diri agar tetap eksis hingga purna tugas ?
Jawab
Untuk memotivasi siswa agar memiliki jiwa bertanding atau mau ikut lomba adalah dengan pendekatan dan pelatihan yang terprogram. Beberapa kali saya bisa mengahantarkan siswa kami ikut OSN ke Nasional dari tahun 2006 s/d tahun 2017 pendekatan yang kami lakukan berbeda-beda tergantung dengan situasi kondisi, ada yang lewat ekonomi dengan mengiming-imingi bisa kalau sampai nasional dapat hadiah dan dapat naik pesawat terbang. ada yang dimotivasi dan dicarikan beasiswa saat masuk sma, namun yang terpenting adalah mempersiapkan tim sejak awal semester. Kemudian kiat untuk memotivasi diri agar tetap eksis hingga purna tugas ... kita harus belajar terus dan ada kalanya kita mengajar ada kalanya kita belajar dan tidak usah malu dengan istilah "Kebo Nusu Gudel" kita bisa belajar dari siswa kita, kita bisa belajar dari yunior-yunior kita karena ilmu-ilmu mereka lebih baru dan terupdate, sementara kita bisa berbagi pengalaman buat mereka.




6. Menurut bapak ada prestasi spesifik yang harus  diraih  seorang guru...  agar seorang guru bisa betul-betul  dianggap guru? Candra dr MTsN 1 Langkat Sumatera Utara
Jawab:
Untuk mengikuti Seleksi tingkat kabupaten: ibu harus menyiapkan Portofolio dan juga karya inovasi bisa penelitian bisa best practice sesuai dengan petunjuk di buku pedoman lomba Gupres. Cari Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi pada tahun penyelenggaraan dilaksanakan jika belum keluar pedomannya dapat menggunakan pedoman pada tahun sebelumnya.

1. Cermati isi dari pedoman tersebut berkaitan dengan proses penilaian dari tingkat Kabupaten, Tingkat propinsi, dan tingkat Nasional.
2. Buat portofolio 2-5 tahun terakhir sesuai dengan ketentuan dari buku pedoman pemilihan guru berprestasi.[ kumpulkan semua karya bapak ibu guru yang sudah dibuat selama 2-5 tahun terakhir, untuk bukti fisik berupa Surat tugas, piagam, dll, diligalisir oleh atasan langsung]. Tata semua arsip yang dibutuhkan untuk mengikuti gupres, seperti undangan, catatan singkat/ laporan singkat setiap kegiatan yang saya ikuti, foto, video dan dokumentasi, piagam dan sertifikat. 
3. Persiapkan naskah inovatif dan sesuaikan cara penulisannya sesuai dengan kaidah penulisan masing-masing karya. Tampilkan karya inovasi terbaik yang bapak/ ibu guru miliki dan selalu memperhatikan dari buku pedoman pemilihan guru berprestasi tingkat nasional.[ karya bisa berupa PTK, best practice, maupun penelitian yang lainnya seperti penelitian eksperimen, penelitian R&D, dll] jangan lupa buat presentasinya menggunakan Ms Powerpoint atau yang lainnya.
4. Buat makalah evaluasi diri mengapa saya layak sebagai guru berprestasi dengan tema dan tata penulisan sesuai dengan ketentuan pedoman guru berprestasi. (jika dalam pedoman tidak ada makalah evaluasi diri maka makalah ini tidak perlu dibuat]

7. Saya mau mengikuti seleksi guru berprestasi di tingkat kabupaten. Apa yang harus saya kerjakan mulai sekarang? Agathe SMPN 2 Selat Kapuas Kalteng.
Jawab:
Pelajari mulai sekarang 4 kompetensi Guru karena nanti akan ada test di tingkat Kabupaten.

Sesi terkhir guru berprestasi ini memberikan kesimpulannya adalah sebagai berikut:
Kita seorang guru harus bisa mengajar dan mendidik dengan baik. Menjadikan mereka menjadi orang-orang yang sukses dan bisa lebih sukses dari kita. Yang paling utama dari seorang guru adalah Guru harus bisa menjadi guru yang digugu dan ditiru. Nara sumber yakin bahwa peserta yang tergabung adalah guru-guru yang hebat yang mau belajar dimanapun, kapan pun  dan dengan siapapun.

Friday, July 24, 2020

MENULIS SEMUDAH BERBICARA

Resume materi ke-24

Pada malam ini  nara sumber Ibu Sri Melni. Penggiat liteasi di Sumbar khusnya Kab.Solok ini lahir di Nagari Koto Gadang Guguk Solok, 11 Mei 1976. Guru TIK SMPN 1 Gunung Talang ini  membawakan materi tentang menulis dengan menggunakan aplikasi writer plus. Peserta doiberi waktu untuk mendunload aplikasi wrire plus nya. Setelah itu aktifis  di organisasi Bundo Kanduang  dan tim 11 RPJM Nagari  memberikan  bimbingan dalam mengoperasikannya.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
 1. Instal writer plus
 

2.    setelah diinstal lansung buka


3.  lalu tekan tanda tambah yg berwarna hijau toska sudut kanan bawah


4.nanti di keyboard akan keluar tanda mikrophone
5.nanti akan ada tanda mikrophon di keyboar
6. tekan tanda mikrophone tersebut dan lansung menulis tanpa mengetik

Kita tinggal bicara melalui mikrophon tersebut dan tulisan akan lansung tertulis di hp. Aplikasi ini sangat mudah untuk kita menulis tanpa harus didepan laptop. Artinya menulis sambil tersenyum dan semudah berbicara.

Bagaimana lagi cara untuk menjadikan ke dalam mik word?
1. caranya klik garis tiga sudut kanan atas lalu share
2. sebelum di share jangan lupa terlebih dahulu robah kedalam format text
3. kalau sudah dalam bentuk text bapak ibu bisa lansung copykan ke dalam bentuk  mik word di             laptop untuk mengedit tulisan

     Aplikasi ini sangat mudah dalam penggunaannya, jika kita dalam bepergian ingat akan menulisbisa lansung menuangkan ide dalam bentuk tulisan dengan berbicara.

Dalam sesi tanya jawab, Pertanyaan yang terangkum adalah sebagai berikut:
1.   kegunaan apk writter plus ini dalam dunia tulis menulis untuk apa selain menulis perkataan kita
 jawab
kegunaan aplikasi ini untuk mempermudah kita dalam menulis,   misal kita menulis setiap hari,  dengan tempat dimana saja, jadi kita dapat menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan walaupun kita ngak bawa laptop untuk menulis dulu.
Misal kita berada di atas mobil, kereta api dll, namun ada ide  untuk membuat tulisan  cukup curahkan saja kedalam hp dan disimpan. Sampai di rumah baru  kita gabungkan dan di edit

2.setelah diklik tanda + kok nggak muncul gambar microfon? aproni Bandun
Jawab:
gambar mikrophon tersebut  ada di keyboard kadang dia tersembunyi di spasi tergantung hp yg kita pakai 

3.  cara menulisnya? tekan dulu mikrophonnya sampai berobah warna toska dan lalu ucapkan tulisan yg diinginkan


4. Sudah download writer plus tapi setelah di coba beberapa kali microphonenya tidak muncul. Apakah aplikasi writer plus sama penggunaannya dengan speechnotes? Siti Nurbaya AZ, SMAN Karimun, Kepri .
Jawab:
Tekan sampai keluar perintah ucapkan . aplikasi writer plus tidak sama penggunaannya dengan speechnotes.Hanya cara pemakaian mic nya yang sama

5. Setelah merekam suara ternyta tulisan yang tampil ada yang tidak pas.untuk edit klik tombol titik 3 pojok terus pilih apa ya..  untuk copy ke dakam bentuk mix word jika di hp bisa tidak..?Sumarjiyati,GK.
Jawab:
bisa lansung di writer plus juga sama seperti kita mengetik tulisan di wa yg belum dikirim

6.Sudah saya coba Word plusnya. Langkah selanjutnya, bagaimana cara memindah kalimat dari HP ke laptop? Arnita dari Jogja.
Jawab:
Cara memindahkan dari wa ke laptop.Cukup buka wa web di laptop lalu copykan dan paste di mik word

7.1.Apakah setelah berbicara melalui micrphon otomatis tersimpan data/tex yg   diucapkan? 
   2. bagaimana cara menyimpannya? Bahrudin dari Rembang
         jawab:
         Kalau pakai google dokumen tanda baca juga kadang2 terdeteksi dg kita menyebutnya, misal 'titik' dengan irama tanda baca maka akan jadi '.'
        Klik tanda garis 3 di sudut kanan atas untuk merubah ke dalam teks tapi jangan lupa rubah   formatnya memjadi text. Akan tersimpan otomatis

     8. untuk mengubah ke mik word di laptop,bagaimana caranya ya?
         jawab:
        Bisa di copy lansung seperti copy text biasa


       Hasil dari aplikasi ini Ibu nara sumber yang energik ini berhasil mendapat kejuaraan di bidang menulis.
       
 Kesimpulan materi kita malam ini adalah menulis mudah seperti berbicara dengan menggunakan aplikasi writer plus untuk menuangkan ide dalam bentuk tulisan
Keuntungannya kita tidak  harus punya waktu tersendiri dalam menulis

Wednesday, July 22, 2020

BAGAIMANA PTK DAN TESIS BISA DIBUAT BUKU BERISBN BERSAMA CAK LUKMAN

Resume ke- 23


Narasumber malam ini adalah Bapak Lukman Hakim biasa disapa dengan Cak Lukman. Bapak Lukman ini memiliki lembaga: Pusat Pengembangan Profesi Guru Jawa Timur (wadah pelatihan pengembangan diri) dan Penerbit Delta Pustaka serta Jurnal Inovasi Pembelajaran (wadah PI dan KI).
Materi malam ini memeparkan tentang pembuatan PTK. Pemaparan materi pembuatan PTK diberikan dengan menonton chanel youtubenya. Materi Proposal PTK: https://www.youtube.com/playlist?list=PLVYSTXgn1aHpeLCJGss9e9a550vAVcirW dan materi kedua dalah PTK menjadi buku. Link Cak Lukman ini ada di PTK jadi BUKU: https://www.youtube.com/playlist?list=PLVYSTXgn1aHr8y3lCtWJm0r_0DhNTypnJ  yitu  PTK diubah menjadi buku referensi/buku pendidikan.
Bagi bapak ibu  yang tidak menulis serius seperti PTK dan PTKjadi BUKU,  Pak Lukman menggagas Quick Writing Series: pembelajaran Quick Writing Series ada di  https://www.youtube.com/playlist?list=PLVYSTXgn1aHreRS-xkH5HLeNk-TTnn55f.Masa pandemi masih berlangsung, maka  Bapak Lukman  mencoba membuat pelatihan modul terintegrasi Youtube. Ini ide yang luar biasa. Modul pelatihannya bisa dipelajari https://www.youtube.com/playlist?list=PLVYSTXgn1aHpJEsLql5WgZYg105rDo15V

Buku dari PTK karya beliau adalah:

 buku tesis jadi buku


dan masih banyak lagi buku-buku hasil Bapak Lukman ini

setelah pemaparan materi dilanjutkan dengan tanya jawab. beberapa pertanyaan dan jawaban yang terangkum adalah :

1. penerbit Delta di CV Cak Lukman. Apakah penerbit ini yang di surabaya dan termasuk penerbit yg sudah terkenal itu? (Sri)
Jawab
termasuk penerbit yg sdh terkenal itu? ini relatif

 saya adalah penerbit indie yang mendedikasikan diri untuk para guru yang ingin menerbitkan guru, terutama kenaikan pangkat.Penerbit ada di Jombang Jawa Timur

2. Bagaimana cara membuat buku catatan harian guru? Jika tidak keberatan dalam bentuk outline? Wiwin Wintarsih dari SMPN 2 TANJUNGSIANG Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat. 
Jawab:
muanya ada di Quick Writing Series: https://www.youtube.com/playlist?list=PLVYSTXgn1aHreRS-xkH5HLeNk-TTnn55f  saya menggagas QWS memang untuk menulis santai. Outline sederhana: pendahuluan, isi dan penutup.Pendahuluan: pengalaman menarik dalam aktivitas sebg seorang guru
bagian inti menjelaskan kejadian yang dialami dalam sudut pandang yang menginspirasi
 penutup: hal-hal  yang dapat diambil oleh ibroh/pelajaran oleh pembaca. Tulisan tulisan pak lukman ada di  http://kelaskuonline.id/ dari catatan harian.

3. Bagimana tips manajemen waktu antara mengajar, menulis, dan mengelola penerbitan?(Hani-Bali)
 Jawab:
 Menulis bagi saya adalah bagian dari mengajar.Menulis itu juga memunculkan penerbit  semua terkoneksi antar satu dengan lainnya sehingga semua bisa berjalan beriringan. Buku IPA SMK itu muncul dari kebutuhan untuk mengajar. Saya diterima PNS, masuk tahun ajaran baru saya menggunakan LKS beli tujuhribuan.
 saya anggap LKS itu tidak layak  tahun ajaran berikutnya saya menghentikan pengguaanan LKS dan membuat buku sendiri. lahirlah Buku IPA SMK. Saya terbitkan menggunakan penerbit sendiri  yang saya buat sendiri
Menulis di kelas kuonline.id juga sama. Apa yang saya alami ketika menjadi guru, saya tulis di sana sebagai tabungan akan saya terbitkan buku kedua  Guru Penggerak 4.0.dari tabungan di blog: kelaskuonline.id  jadi saya tidak membutuhkan manaj waktu

4.  Seberapa jauh perbedaan membuat buku dengan e book. Syarat buku kita dibuat e book apa ya? Ai S Dewi SMPN 1 Cibogo. 
Jawab:
Tidak ada. semua buku yang saya daftarkan dalam bentuk cetak. Kalau ada permintaan dari penulis untuk diebookkan saya akan ebookan

5.Kalau misal membuat semacam LKS/LKPD (panduan pembelajaran), apakah bisa dijadikan buku?
Apakah harus ada lembar pengesahan/validasi dari Dinas Pendidikan?  Katmie dari SMAN 6 Palangka Raya.
Jawab:
 Kalau misal membuat semacam LKS/LKPD (panduan pembelajaran), apakah bisa dijadikan buku? sangat bisa. Tetapi jika diberi kelas maka harus berjilid. misalkan saya di SMP mengajar IPA maka buku pelajaran harus lengkap 3 mapel  karena ada ISBN ber jilid kalau sudah  diISBNkan dan diterbitkan tidak perlu  validasi dari dinas pendidikan kalau tidak di ISBNkan, maka wajib ada pengesahan.Untuk menentukan nilai AKsila baca buku 4 PKB

6.Apa yang melatarbelakangi bpk mndirikan sebuah lembg pengembngn profesi guru di Jawa Timur? Dan manfaat apa yg bpk dapatkan? I Nengah Suradnya  dari Bali, 
Jawab:
Alasan ada di video ini.: https://www.youtube.com/watch?v=8TN5Kc1Er3Y&t=8s dan tiga pilar publkikasi ilmiah  http://kelaskuonline.id/tiga-pilar-publikasi-ilmiah/


7.PTK harus minimal 80 halaman itu sudah termasuk lampiran-lampiran atau hanya bagian isi? 
Jawab
Untuk PTK harus minimal 80 halaman itu sudah termasuk lampiran-lampiran atau hanya bagian isi? kalo laporan PTK sesuai kebutuhan, saya pernah membuat PTK lengkap dengan halamannya 150 halaman
kalau  PTK jadi BUKU minimal 80 halaman kalo di delta pustaka agar punggung bukunya kelihatan. tidak ada ketentuan asal semua aspek dalam PTK terpenuhi seseuai buku 4 PKB


7.Saya sudah punya beberapa PTK, namun saya masih blm pede dgn PTK saya tersebut, dan PTK itu sudah saya gunakan untuk kenaikan pangkat saya.Yang ingin saya tanyakan, apakah bisa PTK tersebut dijadikan buku ? Kartini, gel 12 dari Bekasi
Jawab:
sangat bisa ikuti materi aini PTK jadi BUKU: https://www.youtube.com/playlist?list=PLVYSTXgn1aHr8y3lCtWJm0r_0DhNTypnJ ingin instan ingin instan https://youtu.be/Ec0WXYcx-5Q

8.1.Bagaimana langkah yg paling mudah dan sederhana untuk mengubah skripsi, tesis, dan PTK menjadi sebuah buku?
2. Jika variabel dalam sebuah PTK sama dapat di PTK kan lagi dalam populasi dan sampel yang ber beda? Damdam Efendi dari SMPN 41 Bandung
Jawab:
1. PTK jadi BUKU: https://www.youtube.com/playlist?list=PLVYSTXgn1aHr8y3lCtWJm0r_0DhNTypnJ
2. Jika variabel dalam sebuah PTK sama dapat di PTK kan lagi dalam populasi dan sampel yang berbeda? bisa
 PTK itu memiliki kekhasan yaitu: pada kelas tertentu dan mapel tertentu.tidak bisa digeneralisir
 misalnya saya membuat PTK IPA PBL di kelas V-a saya teliti lagi PBL di kelas VII-b, maka tidak ada masalah  milanya saya membuat PTK IPA PBL di kelas VII-a

9.Bagaimana caranya  unt menerbitkan bk cepat selesai, sementara kondisi sy satu sisi sy sambil belajar menulis di grup ini. Satu sisi sy jg buat media pembajaran kreatif. Satu sisi sy jg masih mengajar. Rasanya ini mau pecah kepala. Semua mau diselesaikan tp kepala cuma satu,mana yg didahulukan? Sofina Depok
Jawab;
Apa yang dilakukan oleh bunda sofi adalah keperluan pembelajaran  media digunakan untuk pembelajaran buku (mungkin) untiuk mendukung pembelajaran semua bisa dilakukan bersamaan.Jika dipaksa memnbagi waktu, gunakan waktu luang saat tdk mengajar untuk menyempatkan diri menulis atau membuat media buku .buat prioritas apa yang ingin diselesaikan dulu. Misal antara membuat media dan buku.Buku lebh urgen daripada media maka selesaikan dulu buku. untuk pelatihan, saya pernah menulis di blog saya. Tidak semua pelatihan harus diikuti. Kalu memang hanya memnambah kesibukan, maka bu sofi bisa meninggalkannya.: karena kita buka superman.buat skala prioritas.

10 Mohon petunjuk untuk karya inovatif yang berisnb, contoh seperti antologi puisi yang dibuat oleh guru yang bukan guru bahasa. angka kreditnya berapa?  Siti Nurbaya AZ, SMAN Karimun, Kepri .
Jawab;
 Karya INovatif  boleh dibuat oleh siapa saja. tidak harus guru bahasa yang mampu membuat puisi.Saya pernah membuat tantangan 1hari1puisi. ternyata puisi orang matematika lebh bagus
 angka kredit untuk karya inovatif dibagi 2. sedrhana dan kompleks.kompleks 4. sederhena 2.  lihat buku 4 PKB


11.Pak kalau quick writing jadi sebuah buku itu menulisnya harus runtut anar bab atau beda bab beda tema / judulnya? sri gel. 12
jawab:
tidak ada ketentuan seperti itu. QWS itu saya konsep bebas namun jika ingin dibagi beberapa tema akan jauh lbh memudahkan bisa dilihat ebook buku saya Guru 4.0.

12. 1. Berapalama lama proses dr mengirin naskah ptk tuk dijadikan buku di penerbit Anda?
      2. Bagaimana dengan buku-buku yg lain, selain ptk? 
       3. prosedurnya abagaimana? Dr Ika Fitriyani
jawab:
1 bulan: layout 1 hari...cetak 2 minggu. http://kelaskuonline.id/penerbit-delta-pustaka/ kirim naskas nanti ditata, diedit silang.

13.Mohon berkenan berbagi tips PTK pembelajaran daring (Syamsuddin, SMP Al-Qur'an Bogor)
Kenapa jarang guru bahasa yang bisa nulis bagus?
Jawab
menulis itu masalah rasa. masalah rasa tidak akan dipengaruhi oleh latar belakang.

14. apakah menurut Cak Lukman semua tulisan/ catatan harian yang dijadikan buku itu bisa memiliki nilai jual? Bagaimana jika catatan harian itu diambil dari berbagai pengalaman yang berbeda? Apakah kesannya tidak jadi ramai? 
(HAMDANI - KEPRI)
Jawab
Jika ditulis dengan bahasa yang sederhana dan pendek (2-6 halaman A5) dan menginspirasi maka akan sangat layak jual. Tentuk ini masalah PD atau tidaknya penulis sih. Kalau saya tidak pernah menjual buku saya. Saya suka membagikan atau bayar seikhlasnya.
Justru itu akan sangat bervariasi ceritanya. dan itu tidak ada masalah. Buku saya Guru 4.0 itu buku campur2. Silahkan teman2 menilai isi bukunya. Saya tulis dengan bahasa yang apa adanya

15Maaf kalau sebelumnya agak keluar tema. Masalah jurnal yang dikirim untuk kenaikan pangkat itu harus memenuhi penerbit jurnal yang sudah beraviliasi dengan perguruan tinggi. Di mana saya harus mengirimkan jurnal itu ? Aning S dari Pati 
Jawab
Sebenarnya di buku 4 tidak ada ketentuan seperti. berafiliasi maksdnya adalah bermitra bestari dengan perguruan tinggi. Kalo bu aning berkenan, saya ada jurnal. Bila dipadang layak, bisa kirim tulisan artikel

Kesimpulan dari Bapak Lukman : 
Menulis adalah passion dan rasa. Semua bisa dipelajari. Menulis apapun itu. Jangan pernah berhenti belajar menulis. Semua penulis hebat selalu diawali dengan penulis pemula. Jika anda sudah menjadi penulis pemula, maka akan ada kemungkinan menjadi penulis hebat.Bapak Lukman  siap membantu menerbtikan buku teman2

Tuesday, July 21, 2020

TOJTRP LANGKAH JITU DALAM MENULIS

Reume ke 21

Belajar Menulis Bersama Omjay hari Senin pematerianya adalah Akbar Zainudin. Penulis buku Man Jadda Wajada ini memberaikan materinya dengan lugas. Trainer ini mengajar  di sekolah, pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan juga swasta. Materi yang dikuasainya berkisar pada motivasi; motivasi belajar, motivasi menulis, motivasi bekerja, motivasi mengajar, motivasi berwirausaha, dan motivasi hidup. salah satu titik penting perubahan pada dirinya adalah pada saat menulis buku yang pertama, "Man Jadda Wajada". Dari situ sang trainer ini  bergerak lebih jauh mengembangkan Man Jadda Wajada menjadi buku dan materi pelatihan. Dari Man Jadda Wajada inilah akhirnya yang membuatnya bisa berkeliling ke-33 Provinsi di Indonesia. Satu provinsi yang belum adalah Papua. Penulis ini beraharap setelesah selesai pandemi bisa bersilaturahmi ke sana. Yang  dishare penulis malam ini adalah "Langkah-Langkah dalam Menulis Buku", berdasarkan pengalamannya menulis 13 buku selama ini.
Ada Enam langkah menulis yang disingkat materinya menjadi TOJTRP: Tema, Outline, Jadwal, Tulis, Revisi, Penerbit.
Langkah pertama adalah T.
Tentukan TEMA tulisan. Setiap buku harus punya tema besar, baik buku fiksi maupun non fiksi. Tema akan menjadi rel yang mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir. Tema ini satu saja. Misalnya kerja keras, romantisme, cara belajar, dan sebagainya.
Kalau buku trainer ini kebanyakan adalah buku-buku motivasi. Kalau buku Asma Nadia, Novel. Ahmad Fuadi, Novel te”ntang pesantren dan kerja keras. Dan sebagainya.
Bolehkah satu orang menulis berbagai tema buku? Menurutnya, karena ini terkait dengan “branding”, berusahalah untuk fokus menulis satu tema tertentu, agar kita dikenal ahli dalam tema tersebut. Kalau temanya berubah-ubah, nanti orang bingung, kita ini sebenarnya ahli dalam bidang apa?

Langkah kedua adalah O. Buatlah OUTLINE atau DAFTAR ISI.
Gunanya outline:
1. Agar tulisan kita terarah.
2. Bisa buat jadwal dan target.
3. Menghindari "ngeblank" pada saat menulis.
4. Agar bukunya selesai.
Kalau tidak ada daftar isi, akan sulit bukunya bisa selesai. Inilah salah satu hal penting yang sering diabaikan orang. Merasa sudah tahu apa yang ditulis, akhirnya tidak ada outline dan langsung menulis. Akibatnya, tulisannya tidak terarah, “melenceng” dan “lari” ke mana-mana, tidak tahu jalan akhirnya.
Bukunya akan selesai? Tentu tidak. Banyak ide itu bagus, tetapi yang jauh lebih bagus adalah ide yang difokuskan. Cara memfokuskan ide adalah dengan membuat outline.
HOW: Bagaimana Cara Mengembangkan Daftar Isi (outline)
UNTUK BUKU NON FIKSI

1. BAGAIMANA MEMBUAT OUTLINE UNTUK BUKU FIKSI?
Pertama: WHO? Siapa saja tokoh-tokohnya.
Tentukan tokoh-tokoh yang akan menjadi bagian dari cerita.
Misalnya, ayah, ibu, teman, guru, dan sebagainya.

Kedua: Karakter.
Gambarkan profil setiap tokoh dengan sifatnya masing-masing.
Ketiga: Plot atau Alur Cerita.
Gambarkan alur cerita dari awal hingga akhir. Potongan ceritanya seperti apa. Di mana akan membangun cerita emosionalnya, di mana sedihnya, di mana senangnya.
Terus ending cerita seperti apa, apakah happy ending, sad ending, dan sebagainya. Membuat outline ini bisa langsung dituliskan outlinenya atau bisa dengan beberapa alat bantu. Biasanya bapa trainer menggunakan mindmap untuk membantu membuat daftar isi.
Apakah wajib? Tidak harus. Tetapi kalau Ia pribadi, ini harus ada. Biar ada rel ke mana tulisan kita, biar selalu ada arah kalau kita menemui jalan buntu, dan ini yang paling penting; bisa membuat jadwal agar buku cepat selesai.

CONTOH OUTLINE
Saya ingin memberi contoh buku saya: "Man Jadda Wajada".


Buku ini adalah buku dengan tema motivasi umum, motivasi hidup.
Saya kembali ke konsep dasar 5W dan 1H.
Biasanya saya mulai dengan WHY. Kalau terkait motivasi, penjabaran tentang WHY bisa digambarkan sebagai berikut:
1. Mengapa motivasi itu penting dalam hidup.
2. Motivasi apa yang membuat orang tergerak untuk berubah.
3. Apa tujuan hidup seseorang?
4. Mengapa orang harus berubah?
5. Darimana perubahan itu bisa dimulai?
6. Apa saja yang harus diubah?
Setelah WHY, hal kedua yang terpikir adalah WHAT.
Hal-hal yang terpikir dalam kategori WHAT adalah: Apa itu sukses?
2. Langkah-langkah apa saja yang harus dijalani agar kita bisa sukses?
3. Potensi diri, kelebihan dan kekurangan.
4. Memahami bahwa sukses itu bisa kita dapatkan.

Setelah WHY, hal ketiga yang saya coba jabarkan adalah HOW. Ini tentang bagaimana, strategi, langkah-langkah, tips & Trick, dan juga action.
Penjabarannya:
1. Bagaimana bermimpi besar.
2. Bagaimana membuat rencana (action plan).
3. Bagaimana berani memulai.
4. Menjadi kreatif.
5. Membangun momentum berubah.
6. Kapan harus memulai?
Nah, ketiga hal itulah yang akhirnya menjadi dasar outline bukunya "Man Jadda Wajada"


Buku lain yang ingin saya bedah Daftar Isinya adalah buku "Ketika Sukses Berawal dari Pesantren". Target buku ini adalah para santri, umur SMP dan SMA.



Karena itu, buku ini harus sederhana, ringan, bisa dibaca oleh pembaca dalam rentang umur tersebut, dan tetap bobot isinya tinggi.

Saya mulai dengan cara yang sama; menguraikan WHAT, WHY, dan HOW.

1. Apa itu sukses.
2. Apakah bisa anak pesantren itu sukses?
3. Kisah-kisah sukses alumni pesantren.
4. Sukses itu apa menurut pesantren?
5. Bagaimana caranya agar kita sukses?
6. Apa yang harus kita lakukan mulai dari sekarang?
Dari poin-poin itu dijabarkan lebih detail lagi menjadi daftar isi yang cukup lengkap. Daftar isi ini lalu dituliskan satu per satu, maka jadilah buku "Ketika Sukses Berawal dari Pesantren".Buku ini alhamdulillah sekarang sudah terjual lebih dari 25.000 eksemplar di seluruh Indonesia.
CONTOH OUTLINE BUKU UKTUB
Satu lagi, buku saya yang saya khususkan untuk panduan menulis buku, judulnya "UKTUB: Panduan Lengkap Menulis Buku dalam 180 Hari".
Buku ini merupakan rangkuman best practices Akbar Zainudin sebagai penulis sekaligus motivator andal yang ingin ditularkan kepada Anda.
Rahasia Akbar Zainudin menjadi penulis sukses terangkum lengkap dalam buku ini. Semua pertanyaan dan keingintahuan tentang dunia penulisan, perbukuan, dan penerbitan dijawab secara lengkap dan jelas di buku ini. Jika Anda serius mempraktikkan isi buku ini, dijamin Anda akan menjadi penulis sukses hanya dalam 180 hari!
"Judul buku ini sangat tepat karena semangat Iqra’! (Bacalah!) sebaiknya diikuti dengan Uktub! (Tulislah!). Bacalah buku seniornya di Gontor ini, untuk belajar kiat-kiat menulis, dari proses menangkap ide sampai menerbitkan buku yang bagus dan laris"

—Ahmad Fuadi, Penulis Novel Best Seller Negeri 5 Menara
"Para penulis adalah orang-orang terpilih yang memiliki visi jauh melampaui zamannya. Jika Anda ingin menjadi orang seperti itu, bacalah buku ini!"
Ahmad Gaus, Dosen Bahasa dan Budaya Swiss German University
Ollie, CMO & Co-Founder NulisBuku.com
"Cukuplah bagi seseorang membaca buku ini untuk mewujudkan keinginannya menjadi penulis buku atau memiliki penerbit buku".
M. Abdul Ghoffar, Pemilik Penerbit Al-Mahira
"Melalui bukunya ini, Akbar Zainudin menunjuk-kan bukti betapa menulis adalah pekerjaan yang mudah dan menyenangkan"
Nashrulloh ZM Zarkasyi, Guru Bahasa Indonesia di Pondok Modern Gontor





buku UKTUB ini dibagi dalam beberapa bagian besar:

1. Sikap Mental
2. Motif Menulis
3. Mencari Ide
4. Apa yang Ditulis
5. Bagaimana Menulis
6. Mengenal Pembaca
7. Mengenal Penerbit.
Dari poin-poin inilah kemudian dikembangkan menjadi daftar isi.
Karena itulah, buku UKTUB ini lengkap sekali. kita tinggal mengikuti satu demi satu langkah-langkah nya untuk menjadi penulis buku.
Penulis buku ini menyarankan, highly recommended Anda membeli, mempelajari dan mempraktikkan apa yang ada dalam buku ini. Biar lebih serius dalam belajar menulisnya.


Langkah ketiga adalah J. Buatlah jadwal penulisan.
Kalau daftar isi sudah dibuat, misalnya ada 30 judul artikel atau plot cerita, mulailah membuat jadwal secara riil. Katakan 1 tulisan jadwalnya seminggu selesai, buatlah jadwalnya dari 30 tulisan itu kapan mau selesai.
Dengan kita membuat jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita.
CARA MEMBUAT JADWAL.
1. Buatlah tabel dengan 4 kolom, yang berisi No-Judul Artikel-Target Lama Menulis-Tanggal-Keterangan
2. Isi Nomer
3. Isi Judul Artikel
4. Perkirakan Berapa Lama (Berapa Hari) Artikel akan Ditulis
5. Buat sesuai dengan tanggal yang ada saat ini.
6. Isi Keterangan dengan apakah sudah selesai ditulis atau belum.

Langkah keempat adalah T. Tuliskan.
Outline sudah ada, jadwal juga sudah ada. Berikutnya adalah tuliskan sesuai outline dan jadwalnya.
Di sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak.
Tulis dan selesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna.
Langkah kelima adalah R,  REVISI.
Revisilah tulisan kalau semua draft tulisan sudah selesai. Jangan terpaku hanya satu judul sampai sempurna.
Kalau kurang-kurang sedikit, tidak apa-apa. Tahap pertama adalah menyelesaikan semua draft buku.
Tahap kedua, baru revisi. Apa saja yang direvisi?
1. Data dan informasi yang kurang.
2. Tata Bahasa
3. Gaya Tulisan. Disamakan dari awal hingga akhir.
4. Judul-judul artikel. Buatlah judul-judul yang menarik.

Langkah keenam adalah kirim ke penerbit.
Apa yang menadi pertimbangan penerbit?
Paling utama adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca.
1.Apakah pembaca butuh buku kita?
2.Siapa yang butuh? Berapa banyak orang yang butuh?
3.Buku kita menjawab kebutuhan apa?
Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar.
Karena itu, sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, dan siapa yang kira-kira akan baca.

Hal kedua adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis.
1.Apa kelebihan kita dibandingkan dengan buku sejenis?
2.Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu yang akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit.
Ketiga, pertanyaan penerbit adalah, apa yang akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran buku?
Harus punya jawabannya. Misalnya iklan di Medsos, Seminar, Pelatihan, Diskusi Buku, Membangun Komunitas, Dan Sebagainya.
Apakah perlu membayar kepada penerbit?
Kita tidak perlu membayar ke penerbit. Bahkan kita mendapatkan uang ROYALTI. Rata-rata royalti adalah 10% dari buku yang terjual.
Bagaimana cara mengirim naskah?
1. Naskah harus sudah jadi.
2. Diprint, dikirim dengan hard copy dan soft copy dalam bentuk CD atau Flash Disk
Berapa lama?
Kabar diterima atau tidak sekitar 3 bulan.

Sebelum ditutup diadaka ntanya jawab, pertanyaan yang terangkum sebagai berikut:
    1. Apakah buku Man Jada Wa Jada ada pengalaman pribadi atau pengamatan? Berapa persen pengalaman hidup menginspirasi sebuah buku. Terima kasih  Ai S Dewi SMPN 1 Cibogo
JAWABAN

Buku saya adalah buku motivasi. Sajian buku motivasi itu biasanya ada pemikiran atau teorinya, terus ada cerita inspirasinya, dan ada kesimpulan atau kaitannya.

Nah, cerita inspirasi itu banyak dari pengalaman pribadi dan juga dari pengalaman teman-teman. Kalau ditanya berapa banyak, saya kira cukup banyak. Mungkin sekitar 30-60 persen pengalaman pribadi itu menginspirasi tulisan kita.

Apalagi kalau novel yang diangkat dari kisah nyata. Bisa jadi hingga 80% kisahnya berdasarkan pengalaman pribadi.
Pengalaman akan selalu memberi inspirasi dan pelajaran hidup yang luar biasa jika dituliskan.

      2.   1. Apakah jadwal penulisan itu harus ada target atau lepas?
2.Jika sudah dijadwal dan ada target, ternyata endingnya melebihi target, bagaimana menyikapinya? Bahrudin dari Rembang
JAWAB:
Jawab: Jadwal itu tergantung Bapak, apakah bukunya mau cepat selesai atau tidak. Kalau mau cepat selesai, jadwal harus ketat. Sesuaikan dengan kegiatan kita. Jangan terlalu memaksakan.
Misalnya; kalau 1 buku ada 30 artikel, kira-kira setiap artikel bisa berapa hari selesai. Yang moderat biasanya sekitar 7-10 hari untuk satu artikel.

Jangan terlalu mepet waktunya, satu artikel dijadwalkan 1-3 hari. Nanti kita tidak menikmati tulisan kita. Kecuali kita memang mau "ngebut".

Saya pernah juga "ngebut" karena mau mengejar deadline pribadi.

Jadi, jadwal tergantung Bapak Ibu. Apakah bukunya mau diselesaikan cepat atau terserah saja.

2. Kalau melebihi target, ya tidak masalah. Kan target itu kita yang bikin. Yang penting adalah membuat bukunya selesai. Kalau misalnya telat beberapa hari, mohon dimaafkan diri sendiri Bapak. 

Kecuali, Bapak menulis untuk penerbit yang sudah ada perjanjiannya, maka harus benar-benar sesuai target.

Kalau saya sih, sekali jadwal dibuat, itu adalah komitmen yang harus saya ikuti. Kalau kita tidak mendisiplinkan diri sendiri, kapan mau selesai bukunya?

   3.Menentukan tema kadang masih terlalu luas cakupannya, kadang kita tidak bisa fokus pada satu permasalahan, bagaimana kita bisa memusatkan pikiran kita pada satu tema saja? (NN)
JAWAB:
Mengapa kita ragu memilih tema?

1. Takut tema ini sudah ada yang menulis.
2. Takut nanti di tengah jalan menemui "jalan buntu".
3. Takut tidak ada referensinya.
4. Takut tidak menarik.

Bapak ibu sekalian. Pilihlah tema:

1. Yang kita kuasai,
2. Yang kita senangi.

Kalaupun tidak kita kuasai sekarang, kalau kita senangi kita akan mau bekerja keras mencari bahan-bahan yang bisa buat kita tulis. Apakah ke perpustakaan, mencari di internet, bertanya dengan para ahli, dan sebagainya.

Tentukan saja temanya, buat kerangkanya, dan mulailah menulis. Ketakutan-ketakutan itu seringkali hanya ada pada pikiran kita.

Kalau sudah kita mulai menulis, InsyaAllah ketakutan-ketakutan itu akan hilang.

Pasti ada jalan keluar.

Jadi, tidak usah bingung menentukan tema. Tentukan saja, lalu tuliskan.

    4. Sebagai penulis pemula bagaimana caranya menjaga konsistensi supaya tidak kehabisan ide? (Hani-bali)
JAWAB:
Agar konsisten dan tidak kehabisan ide.
1. Banyak baca buku.
2. Latihan menulis setiap hari. Jadwalkan setiap hari menulis 15 menit saja. Disiplin. Nanti akan terlatih untuk bisa menuliskan berbagai ide secara baik.
3. Ikut seminar dan pelatihan.
4. Upload tulisan di blog dan medsos.
5. Punya mentor menulis.
Demikian ibu Hani, silakan dicoba dipraktikkan. Kalau sudah 21 hari berturut-turut bisa praktik, nanti akan terasa hasilnya.

5   5. Apakah ada manfaatnya bagi penulis pemula? Aning S dari Pati
JAWAB:
Saya harus cerita, ada beberapa peserta mentoring saya dalam membuat buku, sebagian ada yang di atas 50 tahun. Dan apa yang terjadi, ternyata mereka jauh lebih bersemangat, dan setiap minggu setor tulisan lebih disiplin dibandingkan dengan yang muda-muda.
Mengapa mesti menulis?
1. Tidak ada kegiatan yang langsung berkaitan dengan kemampuan mempertahankan otak kita selain membaca dan menulis.

2. Menulis adalah tentang kebahagiaan. Kalau kita tumpahkan semuanya dalam tulisan, indah sekali hidup ini.

3. Menulis buku itu warisan terbaik kita. Di situ kita bisa cerita apa saja. Harapan kita, "unek-unek" perasaan kita. Bebas saja menulisnya.

4. Menulis adalah tentang berbagi kebaikan. Jika kebaikan itu bisa dibagi, terus menerus dibaca orang, kebaikan itu akan terus menjadi pahala, bahkan kalau nanti kita sudah tiada.

5. Menulis itu membuat kita lebih sehat. Kita setiap hari bangun dengan semangat baru, ada target baru yang harus kita selesaikan. Apalagi yang menyenangkan hidup kita selain bersemangat setiap hari?
Apakah tidak terlambat? Ibu akan terlambat kalau tidak memulai. Kalau sekarang memulai, ibu tidak pernah terlambat.
Percayalah, Bapak Ibu pasti bisa. Asal mau. Asal tekun.
Demikian ibu. Buku akan menjadi hadiah terbaik buat anak cucu kita.

     6.Bagaimana cara merangkum tulisan resume menjadi buku yang menarik? karena resume saya sudah 20 lebih tapi masih ragu untuk memulainya? Aam nurhasanah, lebak banten
JAWAB:
Tentukan temanya, setelah itu dibuat outlinenya.

Kalau sudah dibuat outline, baru dilihat hasil resumenya, apakah ada yang masuk ke dalam outline buku atau tidak. Kalau ada yang masuk, tinggal dimasukkan ke dalam outline dengan berbagai penyesuaian.

Kalau tidak masuk, jangan dipaksakan. Nanti buat buku yang lain.

Ini berlaku juga bagi kita yang sudah punya banyak artikel. Mulainya bukan dari artikel-artikel itu, tetapi dari outline yang kita buat.

Kalau sudah ada outline, baru kita lihat apakah artikel-artikel itu ada yang bisa dimasukkan ke dalam outline. Kalau ada, kita revisi dan sesuaikan. Kalau tidak ada, kita jadikan cadangan untuk buku yang lain. Untuk resume, silakan diteruskan.

Untuk mulai menulis buku, mulailah dari menentukan tema dan membuat outline. Hayu, segera dituliskan.

     7. Kemungkinan apa yang membuat tulisan kita melenceng dari outline yang kita buat? Siti Nurbaya AZ, SMAN Karimun, Kepri .
JAWAB:
Kalau outline sudah kita buat, apakah boleh berubah? Boleh. Sepanjang tidak melenceng dari tema.

Biasanya dalam proses penulisan, memang ada penambahan atau pengurangan dari outline yang sudah ada. Tidak masalah, outline tidak kaku, fleksibel. Bisa ditambah atau dikurangi.

Yang paling penting adalah tidak melenceng dari tema.

Biasanya ada penambahan karena pada saat menulis kita punya ide-ide baru yang belum terpikir sebelumnya.

   8.Apakah selama menjadi penulis pemula pernah naskah Bapak ditolak penerbit ? Apakah dalam membuat tulisan itu wajar mengutip buku orang terus kita tulis di daftar pustakanya seperti  buat skripsi gitu ? sri dari gel.12
JAWAB:
Apakah pernah naskah buku saya ditolak? Pernah.

Tidak apa-apa kalau naskahnya ditolak. Jangan sakit hati. Biasa saja. Jadikan evaluasi.

Revisi, evaluasi, lalu kirim lagi. Bisa ke penerbit awal atau ke penerbit lain.

Tugas kita itu menulis. Kalau naskah sudah jadi dan dikirim ke penerbit, biarkan saja naskah itu. Kita menulis lagi naskah buku berikutnya.

Kalau nanti jawaban dari penerbit adalah diterima, alhamdulillah. Kalau ditolak, kita perbaiki, dan kirim lagi.

Dan, kita juga punya naskah buku yang lain. Begitu seterusnya sehingga menulis itu akan terus menjadi kegiatan kita.

Untuk masalah kutipan, tidak masalah mengutip dari orang lain. Pengutipannya boleh seperti yang ada di skripsi.

Namun demikian, kutipan dari orang lain itu jangan banyak-banyak. Kira-kira 10% saja, paling kan hanya kutipan definisi. Selebihnya hasil pemikiran sendiri.

Kalau kutipan kita di atas 50%, lalu mana hasil pendapat kita?

    9.   Bagaimanakah cara menemukan genre tulisan kita? Apakah cukup mengembangkan satu topik tulisan atau boleh nulis apa saja ?gimana sebaiknya?( Hani Bali)
JAWAB:
Ibu bisa menulis berbagai genre untuk pertama kali. Nanti setelah beberapa tulisan, akan ada pilihan dan ketertarikan kita, tulisan dengan genre apa yang paling nyaman untuk kita tulis.

Menulis itu tentang kenyamanan dan kenikmatan. Menulis itu mesti kita nikmati agar bisa membahagiakan.

Kalau sudah ketemu di mana kita nyaman menulisnya, di situlah kita terus mengolah bidang yang kita senangi sehingga akan kita kuasai.

Ada beberapa orang yang memang menulis apa saja. Tetapi bagi saya, penting untuk menentukan "branding" diri kita di tema apa. Karena hal itu juga menentukan kompetensi kita.

Kompetensi seseorang akan diakui sesuai keahlian dan bidang yang digeluti. Semakin mendalam seseorang menekuni satu bidang tertentu, akan semakin kompeten.

Begitu juga dengan tema kita dalam menulis. Pertama kali, boleh di tema dan genre apa saja. Setelah itu tentukan.

Kan lucu juga kalau JK Rowling menulis buku motivasi.

1  10.   Apakah ada batasan ide tertentu seorang penulis untuk menuangkannya ke dalam buku? Oktavianus , Siswa Kelas 10 SMAN 1 Sampit
JAWAB:
Menulislah sebebasmu. Jangan dibatasi. Apa saja.

Apalagi anak muda sekarang. Menulis dengan kreativitas sendiri yang berbeda dengan para pendahulu.

Tidak perlu dibatasi apa-apa. Menulislah sesukamu dengan penuh kegembiraan.

Yang tidak boleh:
1. Menghina orang lain.
2. SARA
3. Melanggar Aturan dan Undang-Undang.

1  11.   Saya sering kehilangan mood untuk menulis? Apa Bapak pernah mengalaminya dan bagaimana mengatasinya? (HAMDANI - KEPRI)
JAWAB:
Bapak tidak sendiri. Banyak orang melakukan hal yang sama.

Yang penting sekarang Bapak mulai bisa mengatur ulang, membuat langkah baru, strategi baru, semangat baru, dan komitmen baru.

Mood itu Bapak Ibu yang atur kok. Bapak bisa buat jadwal menulis setiap hari, 15 menit saja. Bisa pagi, siang, sore atau malam. Lakukan dengan penuh disiplin.

Kalau kebiasaan baru ini sudah ada, saya yakin akan membantu kita untuk hidup lebih teratur. Kalau sudah teratur, tulisan itu pasti akan jadi. Sedikit demi sedikit, lama-lama akan menjadi banyak.

Mudah-mudahan kita bisa membangun komitmen baru setelah ini. Komitmen itulah yang akan mengelola mood tetap positif.

1    12.   Trik menulis opini dalam surat kabar itu seperti apa ya pak?supaya argumen atau opini kita tepat sasaran dan diterima? Dwi Mulyanti dari SMKN 1 Kademangan Kab. Blitar Jawa Timur
JAWAB:
Untuk menulis di surat kabar, faktor utama adalah kekinian. Opini mesti menyangkut hal-hal yang sedang menjadi bahan pembicaraan.

Selain itu, pemikiran dan tanggapan kita sebagai penulis juga harus menonjol.

Kan kalau opini itu kita memunculkan masalah. Kita analisis, dan kita berikan solusi atas permasalahan tersebut.

Mesti ada pemikiran yang jelas dari kita apa untuk menjawab permasalahan yang ada. Kalau tidak ada usulan kita dalam menanggapi masalah tersebut, bukan opini jadinya.


1    33.   Terkait dengan petunjuk BAPAK di awal bahwasanya Menulis sebaiknya hanya 1 TEMA  Terkait dengan BRANDING. Kebetulan saya suka menulis Lagu anak 2 khusus nya dan ada juga Lagu Penyuluhan  ttg Program KB Keluarga Berencana.Tapi  saya fokus ke Lagu PAUD.
Untuk mencoba BRANDING. Berarti saya harus lebih banyak menulis tentang 5 W Lagu PAUD? Ni Ketut Suastiwi Guru TK Negeri Desa'Tusan Kecamatan Banjarangkan Klungkung Bali
JAWAB:
Ibu berarti menulisnya tentang anak-anak. Lagu-lagu, pendidikan anak, parenting, pokoknya tentang anak-anak.

Tema tentang anak kan luas sekali. Jadi, branding ibu adalah pakar pendidikan anak.

Sudah, ibu boleh fokus saja di sana. Biar orang-orang juga mengenal ibu sebagai pemerhati dan pelaku pendidikan anak.

1   14.    Kiat2  (motivasi) apa saja yg bisa menumbuhkan semangat kita untuk tetap menulis, mengingat umur kita yang sudah tidak muda lagi? Sunaryo, dri Berau,
JAWAB:
Agar terus punya motivasi kuat:

1. Bergabung dengan teman-teman penulis.
2. Ikut seminar dan pelatihan.
3. Baca buku-buku tentang menulis.
4. Upload hasil tulisan di Medsos dan Blog.
5. Kalau ada lomba, ikuti.
6. Punya target menerbitkan buku.
7. Buat Jadwal menulis setiap hari.
8. Punya mentor menulis.

1   15.   Bgaimana kiat dan trik bagi kita sebagai penulis pemula supaya tulisan yang tulis nanti bisa menjadi menarik dan enak dibaca bagi orang yang membaca ? Ika Elis Lumajang
JAWAB:
Pertama, berhenti terus mengucapkan bahwa kita adalah penulis pemula. Kan sebenarnya tidak pemula juga. Kita sudah melewati banyak tugas menulis saat kuliah, saat mengajar.

Kedua, yakin bahwa kita bisa. Keyakinan ini memegang peranan sangat penting saat kita menulis.

Ketiga, hilangkan semua ketakutan dan kekhawatiran. Takut buku ditolak, takut buku tidak dibaca orang, takut dicemooh, takut ditertawakan, dan sebagainya.

Hilangkan semua ketakutan dan kekhawatiran. Mulai saja.

Keempat, sebagai sebuah keterampilan, tulisan kita akan semakin berkualitas jika kita disiplin berlatih. Disiplin itu ibunya kualitas.

Kalau ingin menjadi penulis, tetapi tidak mau berdisiplin, keinginan itu tidak akan pernah terwujud.

Menulis itu lebih banyak mengenai SIKAP MENTAL dibandingkan dengan KETERAMPILAN. Bukan pinternya, tetapi mau atau tidak.

Menulis itu lebih banyak tentang KEMAUAN, TEKAD, DISIPLIN, PANTANG MENYERAH, dan TERUS BELAJAR. Tanpa itu semua, kita tidak akan pernah bisa menjadi penulis.

1   16.   Bagaimana Bapak memanagement waktu untuk menulis agar bisa memenuhi schedule , mengingat kesibukan Bp sbg trainer juga. Terimakasih (Suprapti - SMP N 1 Ciater)
JAWAB:
Kapan saya menulis? Biasanya saya menulis sekitar 1-2 jam setiap hari. Sebelum subuh dan sesudah subuh.

Sekitar jam 06.00 pagi saya sudah selesai menulis dan siap menjalankan aktivitas di kantor. Jadi, menulis itu tidak mengganggu aktivitas kantor.

Kuncinya, SETIAP HARI. Kalau tidak setiap hari, tidak bisa.

Bapak ibu bisa mulai dengan 15 menit SETIAP HARI. Bisa sebelum atau setelah subuh, atau sebelum tidur.

Mungkin bisa dikurangi yang masih suka nonton DRAKOR , atau menghabiskan waktu berjam-jam memelototi WA dan Tiktok. Kurangi saja 15 menit, hidup kita akan menjadi lebih produktif.







Pengimbasan BIMTEK

  Guru merupakan garda terdepan aktor terpenting dalam Pendidikan untuk mewujudkan cita-cita Pendidikan Bangsa Indonesia. Untuk itulah guru ...