Malam ini nara sumbernya ialah Bambang Purwanto, S.Kom yang
akrab dipanggil Om Bams.
Kali ini Om Bams hanya berbagi pengalaman dalam mengelola Taman
Bacaan Masyarakat (TBM)
Niat awal mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) karena Om
Bams senang dengan anak-anak. Kebiasaan
sebagai pendongeng yang dimulai tahun 2004. Beliau senang bila anak-anak senang
membaca. Bahagia bila melihat anak-anak rajin membaca.
Tepatnya 5 Oktober 2011 Rumah yang beliau tempati dari tahun 2007 dibuat TBM. Saat tahun
2011, Salwa puteri semata wayang kami baru berusia 8 tahun. Setiap malam kami
menyiapkan buku cerita anak sebanyak 20. Majalah bobo 20 dan koran yang hari
kemarin.
TBM kami berikan nama awalnya TBM Ayah Salwa. Ayah Salwa itu
nama pendongeng dari Bambang Purwanto yang sudah ada sejak 2004.
Buku, majalah dan koran yang setiap disiapkan setiap malam
disimpan di rak plastik 3 trap. Rak itu
disimpan di teras halaman. Rumah Om Bams tidak ada pagarnya. Jadi walau
rumahnya di tinggalkan, anak-anak bisa membaca buku yang sudah disiapkan.
Modal buku saat berdirinya TBM hanya sekitar 200. Buku
berasal dari koleksi pribadi.
Bila hari minggu Om Bams mengeluarkan meja. Buku-buku di
rumah dipajang di atas meja. Anak-anak asik mampir ke rumah untuk melihat-lihat
sampai membaca buku.
Saat membuat tempat duduk dengan menggunakan bambu , orang
lain menyangka Om Bams akan berjualan. Ada juga yang nyangka buat pos ronda. Rumah yang OM Bams tempati dari tahun 2007.
Kemudian tahun 2011 bergabung dengan taman baca, di tahun 2012 Om Bamsi
mendapatkan kejutan bisa membeli rumah yang hanya berbeda 3 rumah,: BM blok D4
No 18,Rumah blok D4 No 26
Bila menggunakan mesin pencari google dengan kata kunci TBM
AS Lebakwangi, maka akan muncul banyak informasi tentang taman baca yang kelolanya.
Tahun 2021 nanti di tanggal 5 Oktober, usia TBM AS
Lebakwangi genap 10 tahun.TBM AS Lebakwangi bergabung dengan Forum TBM yang ada
dari tingkat Kab/Kota, Provinsi dan Nasional.
[Ini logo Forum TBM
Selain anak-anak yang dekat dengan rumah, Om Bams sering
kedatangan anak-anak dari sekolah. Mereka jalan kaki menuju perumahan
lebakwangi asri tempat TBM beroperasi.
kegiatan di TBM banyak, seperti:
1. Baca buku
2. Pinjam buku
3. Mendongeng
4. Belajar menulis (TK/SD)
5. Belajar baca
6. Mewarnai
7. Menggambar
8. Menulis Puisi
9. Komputer
10. Internet
11. Main catur
12. Puzle
13. Pelatihan
14. Menulis resume
dll
Bagaimana perizinannya.
1. Awalnya saya hanya membuat izin tetangga.
2. Surat domisili dari Desa
3. Akte Pendirian dari Notaris
4. Ijin Operasional dari Dinas Pendidikan Kab Bandung.
Prestasi yang membanggakan buat kami saat mendapatkan
SABILULUNGAN AWARD 2018 dari Bapak
Bupati Kab Bandung, Bapak Dadang Naser.
https://lebakwangimembaca.wordpress.com/
Ini blognya tapi jarang update saat sudah mengelola
Taman ini telah menghasilkan 3 Piala , yaitu :
1. Piala Juara 2 Pengelola TBM dalam Apresiasi PTK PAUDNI
Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2013
2. Piala Juara 1 Pengelola TBM dalam Apresiasi PTK PAUDNI
Berprestasj Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2014
3. Sabilulungan Award 2018 dari Bupati Kabupaten Bandung
Piala adalah penguji keikhlasan, piala hanya simbol
penghargaan, penghormatan. Piala untuk mengukur seberapa ikhlas kita terus
berjuang membangun TBM ini semakin bermanfaat.
Semoga menjadi terus penyemangat agar taman baca ini terus
bisa berkarya.
Setelah memaparkan materi lanjut pada tanyajawab:
1.
Amiruddin
Dari Maros.
Terima kasih pak Cipto dan Pak Bambang.
Saya mau bertanya bagaimana cara menarik minat anak membaca
buku versus HP. Terus terang gara gara PJJ anak saya sudah pegang HP, mencari
sesuatu pakai Google, jadi buku mulai tertinggalkan.
Terima kasih.
Jawab:
Mulai dari diri sendiri. Di rumah perbanyak buku. Permudah
akses buku dirumah. Biasakan membaca bersama. Bangun diskusi yang menarik
bersama anak-anak di rumah
.
2.
Etin Cianjur Jabar
1 ). Bagaimana memulai mengelola TBM di Sekolah Dasar yang
belum ada Petugas Khusus ,sedang Guru kelas kurang ,siswa banyak,jadi agak
kerepotan untuk memulainya.
2). Apa langkah yg harus dimulai?
Terimakasih
Sebagai tambahan TBM
bukanlah hanya kegiatan membaca saja. Akan tetapi bisa menjadi Pusat Kegiatan
Pelibatan Masyarakat.
Kami pernah mengadakan kegiatan lomba memasak, akan tetapi
mereka sehari sebelumnya mencari informasi dari youtube.Mereka tidak hanya
memasak, akan tetapi diajak menggunakan internet.
3.
Utami dr
Kota Bekasi
Izin bertanya, apakah bisa dibuka TBM di sekolah yg aksesnya
terbuka ke masyarakat ataukan TBM itu hrs ada di lingkungan selain sekolah?
Jawab:
Ya TBM masukanya ke Disdik bidang Pendidikan Non Formal.
Kalau di sekolah tetap Perpustakaan.
4.
Erlinah Palu Sulteng
Untuk memulai membentuk TBM bukan hal yang mudah, tantangan
yang membuat tetap termotivasi berbagi pak Bams dalam mengelola TBM bisa seperti sekarang itu seperti apa?
Pengalaman di sekolah kami, dalam GLS, Kendala di sumber
bacaan yang Tdk pernha bertambah, bagiamana mencari dukungan atau sponsor sehingga bisa
bertambah jenis bukunya, Apakah ada lembaga yang bisa kerja sama untuk TBM?
Jawab:
Kendala buku selalu menjadi yang utama bagi pengelola bahan
bacaan (perpus, TBM, pojok bava)
Banyak cara untuk memperoleh bahan bacaan :
1. Cari sponsor (orang tua, perusahaan sekitar sekolah).
Walau tidak mudah.
2. Buat program donasi buku
3. Bisa juga kerjasama dengan program pinjam dari TBM yang
ada di sekitar.
4. Hubungi Dinas Perpustakaan, biasanya ada mobil perpus
keliling.
5. Komunitas 1001 buku itu rajin ngasih donasi buku.
6. Gabung dengan komunitas / organisasi Forum TBM yang ada
di Provinsinya masing-masing
Ini kondisi saat ini, baru akan ditata kembali. Banyak
kejutan saat kita mengelola buku. Menyediakan buku buat orang lain itu membuat
bahagia kita semua.
Tak akan pernah ada yang sia-sia bila kita lakukan untuk
membahagiakan orang lain. Lakukan saja, lakukan saja