Followers

Friday, November 22, 2024

Pengimbasan BIMTEK

 

Guru merupakan garda terdepan aktor terpenting dalam Pendidikan untuk mewujudkan cita-cita Pendidikan Bangsa Indonesia. Untuk itulah guru harus senantiasa belajar , tidak alergi terhadap suatu perubahan dan mengikuti perkembangan zaman supaya bisa melayani murid-muridnya untuk belajar dan berlatih dengan optimal.

Untuk bisa mewujudkan cita-cita pendidikan nasional ini yang dituangkan dalam visi dan misi sekolah selaras dengan kebutuhan dan karakteristik daerahnya maka dipandang perlu untuk guru meningkatkan kompetensinya dengan melakukan  Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

PKB ini salah satu usaha untuk keberdayaan tenaga pendidik secara professional yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang- Undang No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan akan menfasilitasi guru untuk dapat mengembangkan keprofesiannya secara berkelanjutan.

Untuk pemerataan ilmu yang telah disampaikan oleh BBGP  dari hasil BIMTEK PKB Keterampilan Belajar  dipandang perlu ada tindak lanjut dari para peserta BIMTEK ini salah satunya adalah mengimbaskannya kembali di daerahnya masing-masing.

Pelaksana dari kegiatan pengimbasan PKB Mandiri ini adalah para KSF  diwilayah gugus kalijati yang mengikuti BIMTEK sekaligus sebagai narasumber yaitu Hj Rita Rosidah,S.Pd.M.M.Pd. Khususiatul Ubudiyah MPd,Cicih Sukarsih SPd serta Ridwan SPd.

 Peserta kegiatan para KSF dari jenjang TK,SD,SMP dan SMK dari masing-masing nara sumber, untuk jenjang SD yang di bawah pendampingan Hj.Rita Rosidah,S.Pd.M.MPd  sebagai berikut:

1.     SDN Marengmang

2.     SDN Jatimekar

3.     SDN Jalupang

4.     SDN Sukamanah

5.     SDN Angkasa 2

6.     SDN Ciruluk 2

7.     SDN Sudimampir

8.     SDN Karangsari

9.     SDN Karyamukti

10.  SDN Setiawinaya

11.  SDN Hastakarya

12.  SDN Setragalih

13.  SDN Kalijati 1

14.  SDN Kalamjaya

15.  SDN Alun-alun

jadwal pengimbasanya adalah sebagai berikut:

No

Waktu

Kegiatan

Nara Sumber

1

07.30 - 08.00

Registrasi peserta

panitia

2

08.00 - 08.15

Pembukaan

panitia

3

08.15 - 09.45

Mengenal Sekolah yang dicita-citakan

Cicih Sukarsih SPd

4

09.45 - 10.00

Coffee break

panitia

5

10.00 - 11.30

Pemetaan Kebutuhan Belajar/sadari kebutuhan belajar

Ridwan SPd

6.

11.30 -  12.30

soliskan

panitia

7

12.30 – 13.15

Identifikasi sumber belajar

Khususiatul ubudiyah MPd

8

13.15 – 14.00

Analisis asumsi dan refleksi hasil belajar

Khususiatul ubudiyah MPd

9

14.00 – 15.30

Data dan siklus perbaikan layanan satuan pendidikan

Hj.Rita Rosidah,S.Pd M.M.Pd


            Kegiatan pengimbasan pelatihan keterampilan belajar ini para peserta mendapatkan materi:

1.     Mengenal Sekolah yang dicita-citakan

2.     Pemetaan Kebutuhan Belajar/sadari kebutuhan belajar

3.     Identifikasi sumber belajar

4.     Analisis asumsi dan refleksi hasil belajar

5.     Data dan siklus perbaikan layanan satuan pendidikan

Dari materi yang telah diberikan para peserta memahami makna visi dan misi disatuan pendidikannya serta bagaimana mewujudkannya  dengan mengaplikasikan materi yang telah diterima. Para peserta saling berbagi praktik baik  yang sudah dilaksanakan di sekolahnya tentang bagaimana memetakan kebutuhan belajar, serta cara mengidentifikasi sumber belajar.

Selain itu para peserta juga memahami pentingnya refleksi belajar serta bagaimana cara meningkatkan layanan satuan pendidikannya dengan  berbasis data. Diharapkan semua peserta dapat terus belajar dan berlatih bagaimana mengelola menggunakan sumber data sekolahnya untuk meningkatkan dan mengembangkan pelayanan pendidikan sesuai dengan cita-cita pendidikan bangsa.

Terimakasih kepda Bapak Koorwil Kalijati dan KKKS yang memberikan dukungan pada kegiatan ini, Semoga apa yang telah kita lakukan bisa bermanfaat untuk peningkatan pendidikan di Kalijati khususnya umumnya untuk negeri kita tercinta,Aamiin







 


 

Tuesday, August 22, 2023

CERPEN

 

PENGALAMAN ANEH SELAMA UMROH


1. mayat  berjalan di atas kepala

Cerita-cerita yang mengejutkan atau yang sedikit aneh kerap terjadi ketika seseorang berangkat haji ataupun umroh. Keanehan itu akibat dari ucapan atau kelakuan kita baik yang masih di tanah air maupun ketika kita sedang melaksanakan ibadah tersebut

keanehan ini adalah cerita temanku. Bermula dari apa yang dipikirkan yang membuat teman dekatnya terperanjat saking kaggetnya.

Keseruannya akan saya ceritakan besok, kenapa ada mayat yang berjalan di atas kepalanya

RINAI SENJA

                                                               RINAI SENJA

                                                           Oleh  Rita Rosidah   

                               

                                     Awan berubah warna

                                     Begitupun Aku

                                     Peluhku membasahi kening

                                     yang tak pernah terusap


                                       Langit biru menjadi kuning keemasan

                                       pancarkan rona kecantikan senja

                                       Begitupun Aku

                                       waktuku membagi ilmu merona jelita


                                        Usia tak terhalang waktu

                                        semangat mencetak anak bangsa gemilang

                                        terus berkobar disetiap denyutan nadi

                                        Rinai senja semakin turun

                                       Bintang pun semakin gemerlap 


Friday, January 20, 2023

SD KALIJATI II TETAP BEROLAHRAGA WALAU LAPANGANNYA MASIH BELUM BISA DIPAKAI


Lapang sekolah kami SDN Kalijati IIsedang dibangun. Pembangunan ini dilaksanakan dengan gotong royong antara sekolah, komite dan orang-orang yang peduli pada pendidikan sebagai donatur. Para guru juga tak mau ketinggalan memberikan infaknya untuk pembangunan lapangan olah raga ini.

pembangunan lapangan olahraga tidak menyurutkan kegiatan pembiasaan di hari Sabtu yaitu olah raga. Semangat yang tinggi dari para guru SDN Kalijati II untuk tetap melaksanakan pembiasaan olah raga ini dengan baik demi melayani para muridnya.

Olahraga dalam pembiasaan hari ini dilaksanakan di kelas. Murid dengan riang mengikuti irama musik yang diperdengarkan guru di kelas. Bahagianya melihat kegembiraan para murid dalam melaksanakan pembiasaan olahraga walaupun hanya di kelas, karena mereka tahu bahwa ia akan mempunyai lapangan olahraga impiannya.




 

pembangunan lapangan ini masih membutuhkan waktu dan juga membutuhkan dana. Walaupun dana belum mencukupi tetap kami yakin Alloh akan membantu menyelesaikannya. Semoga semuanya bisa terpenuhi dengan kesehatan dan kebarokahan. Terimakasih pada semua pihak terutama para donatur yang telah mendukung pembangunan lapangan ini. Semoga semuanya menjadi ladang amal ibadah yang menjadikannya tiket masuk Surga Alloh SWT aamiin

LISANGBIHWA BERJAYA DI PARASAMYA


 Lisangbihwa salah satu komunitas literasi di Kabupaten Subang, yang secara konsisten menebarkan motivasi dan memberikan aura geliat literasi baik pada siswa maupun gurunya.

Salah satu ajang dari kontes literasi adalah anugrah parasamya yang dilaksanakan oleh KPPJB untuk penulis buku tunggal berISBN atau untuk para guru yang menggerakan literasi atau penggerak literasi, Lisangbihwa selalu ikut hadir dalam ajang tersesebut.

setiap tahun banyak guru-guru Subang  yang ada dalam naungan Lisangbihwa yang ikut dalam ajang tersebut. Semuanya yang ikut ini adalah para guru yang hatinya tergerak dan bergerak serta menggeraakkan literasi baik untuk di lingkungan sekolah, MGMP ataupun di masyarakat.

Literasi merupakan hal yang penting dalam kehidpan. Berliterasi bisa membentuk pembiasaan yang postif. Yuk kita berliterasi menuju manusia yang literat

Thursday, January 19, 2023

SDN Kalijati II mendapat bibit tanaman dari DLH


 SDN Kalijati II  mendapat bantuan bibit tanaman dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang


Warga SDN Kalijati II yang digawangi oleh komitenya  bapak Supriya berjibaku untuk membuat lapangan olahraga. Hal ini juga sangat didukung oleh kepala sekolahnya Ibu Rita Rosidah. Untuk pembuatan lapangan ini , dikarenakan terbatasnya dana, maka  hanya di pletser dan di semen saja.

Peembuatan lapangan yang memakai plesteran ini harus dibuatkan biopori supaya ada resapan airnya, sehingga  kami membuat proposal kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang, 

Keramahan warga di Dinas Lingkungan Hidup ini membuat kami tidak canggung. Kami merasa akrab dan kami pun menerima informasi tentang pembuatan biopori.




Tidak hanya itu saja, kami pun diberi 10 bibit jambu kristas, 10 bibit mahoni, 10 bibit jati, 10 bibit jenjing, 10 jenis pornis.

Alhamdulillah dengan senang hati kami menerimanya. Sekolah kami lahannya sedikit, tapi bibit tanaman yang diberikan pada kami, kami ambil. Kami minta ijin pohon yang tidak ditanam di sekolah akan kami sumbangkan lagi ke yang lain, misalnya ke desa atau sekolah lain yang memerlukannya.Hal ini mendapat restu dari bapak Yayat.  Terimakasih kerjasamanya.


Tuesday, August 30, 2022

RINDU MENGAJAR

Rasanya sudah lama sekali tidak mengajar di depan anak anak di dalam kelas. Hal ini dikarenakan dua bulan yang lalu saya diangkat menjadi kepala sekolah. Tanggung jawab sebagai kepala sekolah sangat berat, namun begitu saya berusaha untuk tetap menjalankan amanah ini sebaik-baiknya.
Dukungan dari keluarga, teman,sahabat serta rekan kerja di tempat yang lama dan yang baru sungguh sangat manis dirasa. Semuanya bisa dijadikan sebagai saudara karena kebaikan dan kasih sayang yang bisa berkolaborasi disaat senang dan lara.
Tidak mengajar di depan anak-anak di dalam kelas, membuat terciptanya kerinduan yang luar biasa. Kerinduan itu tiadak memadamkan semangat berkarya dan berjuang untuk mencerdaskan bangsa. Ada cara lain untuk itu. Salah satunya adalah menciptakan lingkungan skolah yang aman, nyaman dan bahagia

Friday, June 4, 2021

PERSONAL BRANDING BLOG





Pelataihan malam ini dengan nara sumber Bapak Namin AB Ibnu Solihin.

 Menurut beliau sudah saatnya guru menjadi produsen digital bukanlah lagi konsumen digital. Karena seperti yang kita pahami saat ini banyak sekali konten pornografi yang setiap harinya bisa menjadi monster dan predator yang sangat menyeramkan, yang bisa menyerang orang dewasa apalagi anak-anak. Indonesia termasuk Negara yang mengakses pornografi paling besar di dunia, kondisi seperti ini bisa menghancurkan masa depan generasi bangsa. Disinilah peran kita sebagi guru, berkontribusi menyelematkan generasi bangsa dengan membuat konten edukasi yang kreatif.


Debut Bapak nara sumber ini dimulai tahun 2014 juga awal saya mulai membangun Branding lewat blog. Perjalanannya membangun Branding bisa dibaca di profil beliau pada link di atas. Singkatnya akhirnya pada tahun 2015 saya melaunching www.motivatorpendidikan.com, seluruh konten tulisannya berisikan berbagai jenis program training yang beliau isi.

Sebelum website tersebut di launching, Pak Namin banyak mencurahkan gagasannya tentang pendidikan di Blog https://motivatorkreatif.wordpress.com Membangun Branding memang tidak mudah, tapi jika kita sungguh-sungguh Insya Allah ada kemudahan.

Membangun Branding juga harus sejalan dengan kompetensi yang kita miliki. Jangan coba-coba membangun Branding tertentu tapi tidak punya Ilmunya. Membangun Branding melalui blog juga harus selaras dengan kepribadian kita di Blog, Medsos dan segala aktivitas yang kita lakukan.

Menulis konten kreatif di Blog dengan konsisten pada Branding yang kita miliki adalah kewajiban yang harus ditaati. Kala mau dikenal sebagai pakar pendidikan misalnya, ya sudah konsisten nulis hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut. Hingga akhirnya ketika orang berbicara "Motivator Pendidikan" mereka, Akhirnya akan mengingat "Namin AB Ibnu Solihin". Ini contoh yang beliau perlihatkan:

Contoh : Brand (Merek) Blog dan istagram motivatorpendidikan.com :


1.    Nama Blog dan Instagram : motivatorpendidikan.com

2.    Identitas (Logo dan tulisan dominan warna merah, yang mencerminkan nilai semat)

3.    Fokus pada dunia pendidikan ( Training, Seminar dan Worksop)

4.    Fokus Materi ( Training Guru Kreatif, Seminar Parenting, Motivasi Pelajar dan Mahasiswa, Branding Sekolah)

5.    Konten tulisan berisi artikel pendidikan dan foto-foto kegiatan training.


Contoh : Strategi yang dilakukan dalam membangun Branding Blog dan istagram motivatorpendidikan.com dengan cara :

1.    Membuat blog dan media sosial yang mudah dibaca dan diingat oleh orang yaitu motivatorpendidikan.com

2.    Mengisi konten Blog dan Media sosial dengan tulisan – tulisan yang berkaitan dengan dunia pendidikan, sehingga segmentasi jelas, bahwa pembaca yang akan berkunjung adalah mereka yang membutuhkan konten tersebut.

3.    Membuat poster dan video yang berkaitan dengan motivasi pendidikan.

4.    Membuat kaos yang bertuliskan motivatorpendidikan.com

5.    Mengadakan pelatihan Gratis dari motivatorpendidikan.com sebagai sarana memperkenal Brand (merek)

6.    Mengadakan perlombaan menulis buku yang diselenggarakan oleh motivatorpendidikan.com

7.    Membagikan secara gratis ribuan video pendidikan kepada para follower atau peserta kegiatan seminar.

Unsur-unsur dalam branding diantaranya adalah:

a. Nama merek atau brand : Motivatorpendidikan.com

b. Logo (Tulisn dan Logo ).

c. Tampilan visual Blog dan Medsos (lihat website motivatorpendidikan.com, Simple, informati dan SEO Friendly).

d. Juru bicara (Namin AB Ibnu Solihin : Founder motivatorpendidikan.com).

e. Suara (Memiliki ciri khas ketika membuka sebuah training).

f.Slogan/Tagline/Akronim: Tecaher Learning Partners).


 Jika kita sudah berhasil membangun Branding, maka kita sebagi founder secara personal juga terbangun brandingnya, maka dikenal dengan istilah personal branding. Public akan mengenal dari merek kita, cara bicara kita, pembawaan kita saat menyampaikan seminar, dan cara berpakaian.

Personal Branding dari merek yang kita miliki, eh kamu tahu tidak website motivatorpendidikan.com, oh aku tahu tuh itu kan yang punya Pak.Namin AB Ibnu Solihin.

Oh iya, kalau mau membangun branding sekali lagi harus totalitas dari banyak hal ya, termasuk nama email contoh : infomotivatorpendidikan@gmail.com

Tapi jika ada penasaran coba anda searching di Google beberapa kata berikut ini "Motivator Pendidikan" "Pembicara Seminar Parenting" "Motivator Pelajar". Anda akan bertemu dengan siapa kira-kira?

 Menulis dan membangun Branding telah mengantarkan bapak motivator ini keliling Indonesia, beliau telah mengisi training setidaknya dilebih dari 300 lembaga, sejak tahun 2014-sekarang. Lengkapnya materi membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial beliau bagikan lewat link di bawah ini, baik dalam bentuk slide maupun video workshop.

 https://www.instagram.com/motivatorpendidikancom/?hl=id

 https://www.instagram.com/anaktanpagadget/?hl=id

 https://www.youtube.com/channel/UCDOPzq1XzFeT4796mhczHiw

 Membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial Bagian 2


 


Contoh membangun Bran dan Branding adalah sebagai berikut :

Contoh : Brand (Merek) Blog dan istagram motivatorpendidikan.com :

1.    Nama Blog dan Instagram : motivatorpendidikan.com

2.    Identitas (Logo dan tulisan dominan warna merah, yang mencerminkan nilai semat)

3. Fokus pada dunia pendidikan ( Training, Seminar dan Worksop)

4.    Fokus Materi ( Training Guru Kreatif, Seminar Parenting, Motivasi Pelajar dan Mahasiswa, Branding Sekolah)

5.    Konten tulisan berisi artikel pendidikan dan foto-foto kegiatan training.

Contoh : Strategi yang dilakukan dalam membangun Branding Blog dan istagram motivatorpendidikan.com dengan cara :

1.    Membuat blog dan media sosial yang mudah dibaca dan diingat oleh orang yaitu motivatorpendidikan.com

2.    Mengisi konten Blog dan Media sosial dengan tulisan – tulisan yang berkaitan dengan dunia pendidikan, sehingga segmentasi jelas, bahwa pembaca yang akan berkunjung adalah mereka yang membutuhkan konten tersebut.

3.    Membuat poster dan video yang berkaitan dengan motivasi pendidikan.

4.    Membuat kaos yang bertuliskan motivatorpendidikan.com

5.    Mengadakan pelatihan Gratis dari motivatorpendidikan.com sebagai sarana memperkenal Brand (merek)

6.    Mengadakan perlombaan menulis buku yang diselenggarakan oleh motivatorpendidikan.com

7.    Membagikan secara gratis ribuan video pendidikan kepada para follower atau peserta kegiatan seminar.


 Unsur-unsur dalam branding diantaranya adalah:

a. Nama merek atau brand : Motivatorpendidikan.com

b. Logo (Tulisn dan Logo ).

c. Tampilan visual Blog dan Medsos (lihat website motivatorpendidikan.com, Simple, informati dan SEO Friendly).

d. Juru bicara (Namin AB Ibnu Solihin : Founder motivatorpendidikan.com).

e. Suara (Memiliki ciri khas ketika membuka sebuah training).

f.Slogan/Tagline/Akronim: Tecaher Learning Partners).


 

Jika kita sudah berhasil membangun Branding, maka kita sebagi founder secara personal juga terbangun brandingnya, maka dikenal dengan istilah personal branding. Public akan mengenal dari merek kita, cara bicara kita, pembawaan kita saat menyampaikan seminar, dan cara berpakaian.


 Personal Branding dari merek yang kita miliki, eh kamu tahu tidak website motivatorpendidikan.com, oh aku tahu tuh itu kan yang punya Pak.Namin AB Ibnu Solihin.


 kalau mau membangun branding sekali lagi harus totalitas dari banyak hal ya, termasuk nama email contoh : infomotivatorpendidikan@gmail.com

Kemudian peserta pelatihan oleh bapak nara sumber ini dipersilahkan mempelajari  Tenang Cara Membangun Branding pada link berikut ini :

: https://www.slideshare.net/naminsekolahakhlak/membangun-branding-melalui-blog-dan-medsos

PENTINGNYA DIGITAL SKILL

 


Belajar menulis gelombang ke 18 untuk pertemuan ke-21 dengan nara sumber Wijaya Kusumah atau yang akrab di sapa Omjay. Beliau memiliki slogan yang sangat menarik Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.

materi yang diusung Om Jay ini adalah pentingnya keterampilan digital. Materinya dapat dilihat di blog Omjay yang bapak dan ibu sering mengunjungi blognya di:

1. https://wijayalabs.blogspot.com/2021/06/pentingnya-digital-skill.html,

2. keterampilan digital yg wajib dimiliki di era pandemi 

https://accesstrade.co.id/digital-skill-ini-wajib-dimiliki-di-era-new-normal-1190

3 1.0 keterampilan digital terbaik yg dilihat dari perusahaan

https://digitalskillsglobal.com/blog/the-top-10-digital-skills-tech-companies-are-Looking-for-today

4. kemudian di https://youtu.be/5mXPdAurF1w kita bisa menonton tentang skill digital



https://youtu.be/seJ5Vo6Nl6Q link ini merupakan materi dari pentingnya digital skill


Di link ini disampaikan cara menjadi orang kaya:

1  lahir dari orangkaya

2. menikah dengan orang kaya

3 jadilah orang yang kreatif dan berkarakter.

jadi orang yang kreatif dan berkarakter tidak lepas dari kreatifitas dan berimajinasi

kreatifitas dan berimajinasi bisa dikembangkan ketika berada di dunia digital atau dunia maya, seperti Baim wong, Ata Halilintar, Ria Icis dsb.

Guru pun bisa membuat seperti itu dibidang pendidikan, misalnya ngeblog. Di blog kiata bisa saling sharing dan hasilnya bisa bertambah dengan skill membuat pembelajaran dengan membuat video dan diaploud dalam youtube.

Konten kreatif yang terjadi dengan kolaborasi menjadikan dunia maya bisa menjadi nyata. Dan sekarang Bapak Presiden Jokowi mengadakan kegiatan cakap digital.

Keterampilan digital skill ayang harus diketahui

1kemampuan pembuatan beriata digital misalnya dengan aplikasi  tiktok, youtobe

2. marketing digital

3. analitik. 

Kalau  memiliki guru guru yang memiliki kemampuan digital yang baik, maka perkembangan pendidikan pasti bisa lebih cepat maju


Monday, May 10, 2021

LANGKAH PENGEDITAN DAN PROOREADING


Pelatihan menulis hari Jumat 7 Mei nara sumbernya adalah Pak Susanto yang akrab disapa dengan Pak.D. Pak D ini merupakan  alumni Belajar menulis gelombang 15 dan guru di SDN Mardiharjo di Kab.Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan.

Pak D menceritakan tentang Proofreading. Intinya Proofreading adalah aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan atau dibagikan.

Kegiatan ini sesungguhnya adalah kegiatan akhir setelah tulisan selesai

 Hal itu sesuai dengan nasihat para pakar menulis, yakni: tulis saja jangan perdulikan teknis. Salah nggak papa mumpung ide masih mengalir. Jika sudah selesai, barulah kita lakukan editing.


 Para guru blogger yang tergabung di komunitas menulis (termasuk kita di kelas menulis Omjay) biasanya “berlomba-lomba” untuk segera menerbitkan tulisan. Apalagi jika ada challenge seperti yang dimiliki oleh beberapa komunitas menulis. Maklum, sih. Jam “D” jatuh tempo penyetoran naskah kadang menjadi pertimbangan agar naskah segera dipublikasikan di blog kesayangan.

 Belum lagi jika ada reward bagi penulis resume tercepat 

 Nah, maksud hati membuat tulisan yang menarik, akibat kekurangcermatan dalam pengetikan tulisan di blog, tulisan menjadi berkurang nilai kemenarikannya. Sayang, ya?

 Oleh karena itu, proofreading sangat penting. Ketimbang kita "menyewa" proofreader, lebih baik kita lakukan sendiri, 'kan?

 Apa bedanya dengan mengedit?


Mengedit dan mengoreksi adalah langkah berbeda dalam proses merevisi teks. Pengeditan dapat melibatkan perubahan besar pada konten, struktur, dan bahasa, tetapi proofreading hanya berfokus pada kesalahan kecil dan inkonsistensi.

Cerita pengalaman  pak D ketika mengedit naskah antologi Bapak dan Ibu

 Ada tulisan yang sudah bagus, uraian sesuai tema, struktur bahasanya bagus, kalimat yang digunakan tidak terlalu panjang, saya hanya melakukan proofreading pada tulisan tersebut. Misalnya kesalahan meletakkan tanda koma atau tanda baca lainnya.

Namun tulisan yang masih "kacau" dari segi struktur, misalnya karena kalimatnya berupa kalimat majemuk yang terdiri dari banyak sekalai kalimat tunggal, biasanya saya lakukan proses editing.

 Menurut "penerbitdeepublish" ada  beberap langkah dalam melakukan pengeditan dan proofreading.


1. Pengeditan Konten

2. Pengeditan Baris

3. Menyalin Pengeditan

4. Proofreading

 Merevisi draf awal teks, seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan atau menghapus seluruh bagian adalah langkah pertama.

 Merevisi penggunaan bahasa untuk mengomunikasikan cerita, ide, atau argumen seefektif mungkin. Ini mungkin melibatkan perubahan kata, frasa dan kalimat serta penyusunan ulang paragraf untuk meningkatkan aliran teks. Adalah langkah kedua.

Memoles kalimat individual untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Salinan dari editor tidak mengubah konten teks, tetapi jika kalimat atau paragraf ambigu atau canggung, mereka dapat bekerja dengan penulis untuk memperbaikinya.. Ini adalah langkah ketiga

Yang keempat adalah Proofreading:

1.  Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya

penerbit

2.  Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI

3.  Konsistensi nama dan ketentuan

4.  Perhatikan judul bab dan penomorannya

 Melakukan proofreading sesungguhnya kita akan bertindak sebagai seorang “pembaca” dan menilai apakah karya tulis Anda sudah bisa

dimengerti atau justru berbelit-belit. Harapannya, setelah melewati tahapan proofreading, karya Anda bisa lebih mudah dipahami pembaca.

Memperlakukan tulisan sebelum diterbitkan (dipublikasikan) di blog.

Kesalahan kecil yang tidak perlu misalnya typo atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata. Meskipun blog itu milik pribadi dan bebas, pembaca Anda juga harus diperhatikan. Tidak ada kesalahan penulisan (typo) akan membuat pembaca nyaman.

 Kesalahan kecil lainnya misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya. Cara mudah untuk memeriksanya (yang saya lakukan) adalah menekan tombol CTRL bersamaan dengan tombol huruf F (CTRL+F). Lalu, ketikkan tanda koma. Maka akan muncul highlight teks dengan warna kuning. 


Setelah itu kita periksa apakah ada kesalahan atau ada spasi antara kata dengan tanda koma. Hal yang sama lakukan pada tanda baca lainnya. Jika hal ini kita lakukan maka pos blog menjadi bersih dari kesalahan pengetikan.

Kesalahan kecil lainnya yang biasa dilakukan adalah penulisan di- sebagai awalan dan di sebagai kata depan. Saya pribadi selalu “terganggu” jika kesalahan kecil ini ada dalam tulisan. Oleh karena itu perlu sedikit keterampilan untuk membedakan keduanya.


Jika kata yang mengikuti di adalah verba atau kata kerja maka ditulis serangkai dan kata itu ada bentuk aktifnya yaitu jika diberi imbuhan me-. 


Aturan ejaan lainnya yang ada dalam PUEBI wajib kita pahami. Meskipun blog tidak mensyaratkan bahasa yang baku (kan suka-suka penulisnya) tetapi minimal wajib tahu dan menerapkan aturan-aturan yang dicontohkan. 


Sealanjutnya Pak D memberiakan contoh:

Pada saat jam istirahat mengajar ada beberapa guru bercengkerama sambil minum teh yang disiapkan oleh petugas kantin yang biasa setiap hari menyajikan minuman bagi guru didalam ruang guru pada masing masing meja guru tersebut.

 Kalimat itu terdiri dari 34 kata

Banyak kata maksimal yang disarankan (misalnya oleh YOAS SEO) adalah 20 kata.

Maka kalimat tersbut perlu diedit kembali.

Pada saat jam istirahat mengajar ada beberapa guru bercengkerama. Mereka bercengkerama sambil minum teh yang disiapkan oleh petugas kantin yang biasa setiap hari menyajikan minuman bagi guru di dalam ruang guru.

 Kalimat kedua sebenanrnya juga masih bisa diperpendek dengan membuang frasa di salam ruang guru

alat untuk melakukan proofreading (versi nara sumber): 1. puebi daring; 2. kbbi daring


Kemudian di sesi tanya jawab  nara sumber  Bapak susanto membagi ilmuanaya kembali, inilah contoh tanya jawab tersebut:

1. apakah perbedaan proofreading masa dulu dan sekarang pak. 2.Apakah syarat proofreading tiap penerbit berbeda Pak. 3.Apakah boleh menjadi editor buku sendiri 


jawab:

1. Menurut nara sumber tidak ada bedanya, hanya pada masa dulu ( he he ya nggak dulu banget ya) pedomannya EYD. Nah untuk masa kini, karena sudah ada PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) ya kita gunakan PUEBI untuk memeriksa tlisan kita

: 2. Nah untuk ini yang berhak menjawab penerbit ya . pengetahuan beliau, pada penerbit mayor proofreading melibatkan pekerjaan asisten editorial. Pemimpin redaksi menjelaskan bahwa kontribusi peninjau terhadap pemeriksaan naskah adalah bahwa

suatu kata atau kalimat yang tidak masuk akal, karena menulis dan menerjemahkan itu tidak pantas. Pada saat itu, naskah dikembalikan ke penerbit untuk memperbaikinya.

Sehingga tidak heran jika titik koma dan huruf besar-kecil menjadi tanggung jawab proofreader, karena editor internal tidak selalu berurusan dengan teks, tetapi juga berurusan dengan proposal untuk konsep periklanan, menemukan penulis untuk komunikasi, menyiapkan SPK untuk penerusan kepada pihak keuangan, Percakapan dengan desainer yang dibutuhkan …

 3. Sebelum disetorkan ke penerbit, penulis adalah EDITOR PERTAMA. Dalam praktiknya, editr mestinya orang lain. Ingat ya, orang lain itu seperti kita, mampu melihat kuman yang berada di seberang lautan, sementara gajah yang gede di pelupuk mata tidak kelihatan.


2  Tuti Suryati dari Subang

Apakah proofreading itu boleh dilakukan oleh orang lain? Karena sepengetahuan saya, proofreading biasanya dilakukan oleh penulis sendiri. Jika memang ada proofreader (orang lain), apakah itu berbayar atau sama tugasnya dengan editor?

 Penulis adalah EDITOR PERTAMA sekaligus PROOFREADER PERTAMA

Jika memang ada proofreader (orang lain), apakah itu berbayar atau sama tugasnya dengan editor?

pertanyaan ini bisa dijawab di  https://yoriyuliandra.com/site/2019/07/11/pengalaman-menggunakan-proofreading-online-berbayar/

Saat ini sudah ada dan banyak tenaga penyedia jasa proofreading. Ada yang menjadi in-house proofreader untuk perusahaan penerbitan, ada juga yang memilih untuk menjadi freelance proofreader.


 Masalah nominal (berapa angkanya?) relatif bu. Untuk Komunitas seperti kita saling membantu dan mengasah kemampuan tentu tidak akan seperti jasa proofreader profesional. 



3. dari  Syafrina  dari Padang 

 Biasanya kita menulis dalam kalimat ditargetkan misalnya 1000 kata. jadi karena kehilangan ide, agar menulisnya tetap 1000 kata tapi di kelok-kelok kan kalimatnya. 

Bagaimana cara jika tulisan kurang dari target bisa si proofeading sesuai ketentuan?

jawab

Kalau saya, saya bertindak sebagai pembaca. Bosan tidak pembaca jika kata ganti terus, sementara kata yang dirujuk ada pada awal?

Banyaknya kal majemuk berapa? Saya pikir proporsional saja sesuai dengan ide pokok dalam paragraf itu. (Nah ini udah masuk teknik penulisan du liar bahasan saya)

Berapa jumlah maksimal kata ganti dalam 1 paragraf?

 Oleh karna itu jika menceritakan seseorang berganti-ganti mengunakan nama, sapaan, kata ganti menurut saya itu lebih bijaksana.


4. Tulisan harus 1000 kata..

Yang kita buat sudah lebih..

Tapi karena edit jadi kurang dari 1000 kata.

Apakah proofreator bisa melengkapi menjadi 1000 kata juga ?


jawab:

 Tidak. Ibu sendiri sebagai pemegang hak cipta karya tersebut yang melengkapinya. Meminta Proofreader melengkapi nambahin kerjaan 

Tapi, Jika memangkas malah kadang bisa ya, terutama jika kalimatnya tidak efektif?

 Namun perlu diingat, editor maupun proofreader tidak bisa lepas begitu saja dari sang penulis. Misalnya seperti saya tadi bertanya: Ini maksudnya apa? Komunikasi antara keduanya tetap diperlukan agar tulisan tidak berubah makna atau maksud tujuannya.


5  Maesaroh dari Lebak

Setelah mendengarkan paparan pak D, saya jadi tau bahwa ada aturan maksimal dalam menulis sebuah kalimat. Yaitu menurut YAOS SEO maksimal harus terildiri 20 kata. Saya terbiasa menulis kalimat terlalu panjang, kira2 adakah tehnik husus dalam memoles kalimat panjang menjadi namun tetap memiliki makna yang jelas?


Jawab

Saya  ( pak D) terbiasa menulis kalimat terlalu panjang, kira2 adakah tehnik husus dalam memoles kalimat panjang menjadi namun tetap memiliki makna yang jelas?

Pangkas menjadi kalimat yang lebih pendek, inipernah ditulis di blog:

https://blogsusanto.com/2020/10/17/kalimatmu-kepanjangan/

Pangkas aja! Jadi, jangan dipoles!

Beberapa kalimat pendek jauh lebih mudah dibaca, ketimbang membaca kalimat yang sangat panjang. Menggunakan kalimat pendek membuat subjek tetap jelas. Hal itu  memungkinkan pembaca tulisan kita menyerap informasi dengan jelas juga.

Aturan ejaan lainnya yang ada dalam PUEBI wajib kita pahami. meskipun blog tidak mensyaratkan bahasa yang baku (kan suka-suka penulisnya) tetapi minimal wajib tahu dan menerapkan aturan-aturan yang dicontohkan. Kita hrus cinta Bahasa Indonesia


KIAT MENULIS CERITA FIKSI



Pelatihan menulis dengan Om Jay pertemuan ke-13 gelimbang 18 pada hari Senin 3 Mei 2021 dimualai pukul 13.00 WIB.

Pertemuan ini dihadirkan nara sumber Bapak Sudomi,S.Pt sebsagai nara sumber yang memberikan tema menulis cerita fiksi.

Minggu kemarin saya terkendala sinyal yang kuarang baik. Hal ini mengakibatkan untuk membuka audio dari terusan Om Jay sebagai nara hubung dengan nara sumber loading terus. Dikarenakan kesibukan pula yang pada akhirnya resume tertunda.

Bapak Sudomo sebagai guru IPA tetapi beliau suka menulis fiksi. Bapak Sudomo ingin keluar dari zona aman sehingga beliau ikut belajar menulis di gelombang 16. dan terus masuk ke dunia menulis fiksi.
ketika melaksanakan tugas meresume aapak Sudomo mengerjakannya dalam bentuk fiksi. Beliau mulai menulis fiksi dari tahun 2011 yang bermula dari komunitas yang menggemari menulis fiksi sampai akhirnya beliau keterusan membuat fiksi.

selain otodidak dengan komunitas juga sharing, membuat buku antologi, dan mengikuti pelatiahan sampai akhirnya bethasil membuat buku solo yang bertemakan ibu. dan tahun 17 membuat cerpen duet dengan ibu Iis. dan tahun 2018 beliau membelokan penulisannya dengan menekuni genre baru dengan menulis cerita anak yang berhasil di cetak di gramedia.

Sealanjutnaya Bapak Sudiomo memberikan kiat menulis fiksi sbb:


























Sealanjutnya narasumber membahas pertanyaan peserta, diantaranya:

1.Apakah seri atau   jenis pentigraf bisa dijadikan buku  Antologi? Kalau bisa sebaiknya outlinenya seperti apa. 

jawab:

Pentigraf sangat bisa dijadikan antologi. Dengan catatan mengangkat satu tema besar atau kalaupun terpaksa beberapa tema, bisa menggunakan tema-tema sejenis. Untuk outline sama seperti pada penulisan cerita fiksi umumnya, yaitu memuat tema, premis, alur/plot, penokohan, latar/setting, dan sudut pandang.


2.Anita, dari Bekasi

1. Waktu sekolah, saya pernah mencoba mengirim naskah cerpen ke sebuah majalah remaja khusus cerpen, dan ditolak dengan alasan terlalu didramatisir. Maksudnya apa ya, dan contohnya seperti apa?

Padahal cerpen itu berdasarkan kisah nyata.

2. Dalam menulis cerita anak, bagaimana agar tidak terbawa cerita yang selama ini sudah kita dengar atau baca?


jawab:

1. Saya melihatnya konflik yang Ibu tulis terlalu berlebihan, sehingga justru membuat cerpen seperti tidak sesuai dengan kenyataan/riil;

2. Sejatinya tema cerita anak adalah abadi. Sampai kapan pun temanya akan begitu-begitu saja. Lantas apa yang membedakannya? Cara penyajiannya. Bagaimana menyajikan secara beda? Teruslah menulis cerita anak sampai akhirnya akan menemukan gaya penulisan sendiri yang beda dengan penulis lainnya.

3.  Reni dari Bantaeng Sulsel. 

Terus terang saya suka menulis cerita fiksi. Akan tetapi sampai saat ini saya masih sering kesulitan dalam menentukan konflik dalam sebuah cerita. 

1. Bagaimana caranya agar dapat menentukan konflik dalam cerita?

2. Kiat-kiat apa yang harus saya tempuh agar cerita yang saya buat tidak terkesan mengambang?

3. Boleh tidak saya digabungkan dalam komunitas penulis fiksi, pak?


jawab:

1. Menentukan konflik dasarnya adalah pengembangan alur/plot yang kita tulis. Tanpa adanya alur/plot yang kuat tentu konflik akan kurang nendanh. Langkah lain yaitu dengan membangun jalinan cerita yang rapi sejak awal. Tentu membutuhkan banyak referensi lagi tentang konflik internal dan eksternal tokoh.

2. Agar cerita tidak mengambang, upayakan ending adalah jawaban dari cerita secara keseluruhan. Selesai menulis, tanya pada diri apakah ending sudah menjawab tujuan tokoh utama? Jika sudah, berarti tidak mengambang lagi. 

3. Sudah bubar komunitasnya, 



4. ibu Soleh Setiyowati dari Banyumas, Jateng. 

 Bagaimana bahasa yg dipakai dalam penulisan buku fiksi? Apakah harus menggunakan bahasa berkias dan majas. Jika untuk penulis pemula lebih banyak menggunakan kata bermakna denotatif apakah boleh...? 

jawab:

 Apakah harus menggunakan bahasa berkias dan majas? Jawabannya tidak, Bu. Kecuali untuk puisi. Bahasa dalam cerita fiksi lebih memberikan kebebasan kepada penulisnya untuk mengeksplorasi kata demi kata menjadi kalimat utuh. Kunci penggunaan bahasa dalam menulis cerita fiksi adalah sesuai dengan genre tulisan yang kita tulis.



5.. Aam Nurhasanah, Lebak Banten. Besan,

1. Tolong ajarkan satu kutipan dialog percakapan langsung, dan satu kutipan dialog tak langsung. Karena untuk fiksi, jika ada percakapan, harus menggunakan alinea baru kan yah? Mohon pencerahan besan..


2.Mohon beri satu link blog besan saat jadi peserta dahulu di gelombang 16. Bagaimana cara besan dapat ide menulis resume dengan gaya cerpen?


jawab:

1. Betul. Untuk cerita fiksi memang seyogyanya percakapan adalah alinea baru. Namun, bisa saja digabung menjadi satu alinea dengan kalimat lainnya. 


Kutipan dialog langsung contohnya:

"Dia tidak mencintaiku! " teriak Budi sambil menggebrak meja. 


Kutipan dialog tak langsung:

Dia tidak mencintaiku, begitu kata Budi padaku. 


2. Menulis ide dengan gaya cerpen, tepatnya cerita anak datang begitu saja. Berawal dari ingin tampil beda eh ternyata keasyikan dan keterusan. Selengkapnya bisa cek di sini, Besan --> https://bianglalakata.wordpress.com/2020/11/16/pahlawan-literasi-tulisan-dari-catatan/


6 Umi Agus Farida Marabahan Batola provinsi Kalimantan Selatan 

 apa semua jenis fiksi mudah dibukukan, dan bagaimana pemasaran buku fiksi itu,

2.apa syarat masuk komunitas fiksi, bisakah saya masuk komunitas fiksi


jawab:

1. Pada dasarnya semua hal tidak ada yang sulit. Yang membuat tidak mudah itu adalah tidak ada niat kita menjadikannya mudah. Terkait pemasaran saya rasa masing-masing buku sudah memiliki takdirnya masing-masing. Pemasaran buku fiksi pada dasarnya sama saja dengan buku nonfiksi. Tergantung pada upaya keras dilandasi kreativitas kita untuk memasarkannya kalau diterbitkan secara indi. Beda halnya kalau di penerbit mayor seperti beberapa buku saya, Alhamdulillah pemasaran juga bagus karena penerbitan disesuaikan dengan selera pasar. 

2. Terkait komunitas fiksi, dulu saya bergabung tapi sekarang komunitasnya sudah mati suri. Bergabung dengan komunitas fiksi tentu syaratnya adalah mau menulis fiksi.



7. Sri Sugiastuti  Pak saya paling sulit menghadirkan sosok antagonis dalam sebuah fiksi. Apakah ada kiatnya?.


jawab:

Cara mudah menghadirkannya adalah dengan membayangkan seseorang yang sangat tidak kita sukai. Dari situ kembangkan tokoh tersebut menjadi tokoh yang berlawanan dengan tokoh utama. Kalau tokoh utama kita pilih yang jahat, cara menghadirkan antagonis ya cari seseorang yang sangat kita sukai. 



diakhir tanya jawab beliau memberi closing:

 closing statement atau . Siap- siap yang ingin menjadi kurator buku Antologi jenis fiksi bisa japri Bu  Kanjeng














Pengimbasan BIMTEK

  Guru merupakan garda terdepan aktor terpenting dalam Pendidikan untuk mewujudkan cita-cita Pendidikan Bangsa Indonesia. Untuk itulah guru ...